Studi Tentang Kondisi Kelistrikan di Bali


Studi Tentang Kondisi Kelistrikan di Bali

14 Desember 2011

Kadek Fendy Sutrisna

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

“Kondisi kelistrikan suatu daerah merupakan tolak ukur dan infrastruktur penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan kemasyarakatan”

Seiring dengan semakin pesatnya perkembangan industri pariwisata dan tata kota, kebutuhan energi listrik di Bali pun ikut meningkat dengan pesat. Sampai saat ini, sebagian besar energi listrik yang digunakan di Bali berasal dari pembangkit listrik yang berada di Jawa. Masalahnya di Pulau Jawa sampai saat ini masih terdapat daerah yang belum bisa menikmati fasilitas listrik dari PLN, atau dengan kata lain Jawa pun masih memerlukan energi listrik yang besar. Bali sampai saat ini menjadi prioritas karena merupakan daerah tujuan pariwisata dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dibandingkan daerah lainnya.

Sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata dunia, idealnya Bali sebagai mukanya Indonesia harus bisa memanfaatkan segala potensi energi lokalnya dengan membangun pembangkit listrik ramah lingkungan skala kecil yang banyak yang tersebar di seluruh perumahan, hotel, villa, dan fasilitas-fasilitas penerangan jalan lainnya. Sayangnya sampai saat ini PLN dan Pemerintah Daerah (Pemda Bali) kurang tegas dalam mengatur ketentuan-ketentuan dan tata cara penggunaan energi alternatif seperti tenaga surya (PLTS) atau tenaga bayu (PLTB). Tanpa didukung langsung oleh pemerintah dan PLN, penggunaan energi alternatif di Bali akan tetap akan jalan di tempat.

Rasio Elektrifikasi dan Kondisi Kelistrikan di Setiap Daerah  di Bali

Bali dibagi menjadi 9 wilayah kabupaten atau kota yang hampir sebagian besar telah terhubung dengan listrik dengan rasio elektrifikasi rata-rata sebesar 87.06 % (2010), jauh diatas rasio elektrifikasi nasional.  Dari data diatas sekilas dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah dengan energi listrik di Bali. Namun yang perlu diingat disini adalah Bali sampai saat ini masih tergantung dengan satu jaringan interkoneksi bawah laut Jawa – Bali (220 MW) dan pembangkit listrik berbahan bakar Gas dan Minyak Bumi (PLTG Gilimanuk, 130 MW; PLTGU Pemaron, 120 MW; PLTG/PLTD Pesanggaran, 157,8 MW) yang notabene biaya operasinya sangat mahal jika dibandingkan pembangkit listrik jenis lainnya.

Total pasokan listrik di Bali saat ini sekitar 620 MW. Dengan beban puncak listrik di Bali sebesar 560 MW (rekor beban tertinggi 579  MW (18/10/2011), hanya diperoleh cadangan listrik maksimal 60 MW. Pada data tingkat pertumbuhan ekonomi Bali pada 2010-2011 bergerak antara 5-hingga 6% dengan memicu tingkat pertumbuhan kebutuhan listrik sebanyak 10-11%.  Melihat kondisi ini, dapat disimpulkan bahwa Bali sedang menghadapi krisis energi listrik untuk beberapa tahun ke depan. Masalah kecil saja seperti apabila salah satu pembangkit listrik rusak, dapat dipastikan Bali akan menghadapi pemadaman bergilir.

Gambar 1 Peta dan Kondisi kelistrikan di setiap kabupaten/kota di Bali

Potensi Sumber Energi Listrik Bali

PEMBANGKIT LISTRIK BERDAYA BESAR

1. PLTU Celukan Bawang

Proyek ini mulai tahun 2007, diperkirakan menghasilkan listrik sebesar 1.029 MW dalam dua tahap, masing-masing 3 x 143 MW (rencana operasi 12 Juni  2012) dan 2 x 330 MW (rencana operasi belum ditentukan).

2. Energi Panas Bumi, PLTPB–Bedugul ( 10 –175 MW)

Masih dalam peninjauan ulang setelah mendapat penolakan sebelumnya. Namun apabila proyek pembangkit listrik ini bisa dilanjutkan, hal ini akan menjadi solusi krisis energi listrik di Bali yang ramah lingkungan dan biaya operasi pembangkit listrik yang murah.

Kedua proyek pembangkit tenaga listrik primer di atas sampai saat ini masih berjalan sangat lambat dan cenderung mendapat penolakan dari sebagian besar warga Bali. Permasalahan utama dari pembangunan pembangkit listrik ini adalah masalah pembebasan/penggunaan lahan dan publik Bali merasa tidak diuntungkan dengan membangun kedua pembangkit listrik jenis ini. Penyuluhan-penyuluhan dan diskusi bersama ke masyarakat Bali harus lebih ditingkatkan. Apabila pemerintah dan perusahaan pemegang proyek tetap menganggap remeh tuntutan publik Bali dan tidak bisa memastikan bahwa proyek ini nantinya akan ramah lingkungan, bisa dipastikan kedua proyek ini akan gagal dan Bali akan mengalami krisis energi listrik yang berkepanjangan.

ENERGI TERBARUKAN

  • Biomasa (2 x 4.8 MW)
  • Tenaga Air PLTA -Ayung (20 MW)
  • Sea Water Pump Storage Power Plant PLTA –Ungasan
  • Tenaga Angin PLTB–NusaPenida
  • Tenaga Surya PLTS–Kusamba

TRANSMISI 500 KV JAWA-BALI

  • Over Head Line
  • Tunnel (Terowongan)

Kesimpulan

  1. Pada artikel ini dapat diambil kesimpulan bahwa untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di masa depan, Bali masih perlu membangun pembangkit listrik skala besar seperti PLTU di Celukan Bawang dan Geothermal di Bedugul mengingat kebutuhan energi listrik Bali yang meningkat 10-11% pertahun dan cadangan listrik yang hanya sebesar 60 MW saat ini.
  2. Untuk menjaga Bali dari krisis energi listrik di masa depan, langkah awal yang wajib dilakukan pemerintah daerah dan pihak terkait adalah memberikan penyuluhan dan mendengarkan keinginan publik Bali dan menjaga agar proyek pembangunan pembangkit listrik ini berjalan sesuai dengan rencana.  Bali memang sangat perlu sumber energi listrik baru di masa depan, namun kita juga tidak seharusnya membiarkan masyarakat lokal merasa dirugikan atas pembangunan pembangkit listrik ini.
  3. Pembangunan pembangkit listrik skala besar memang biasa mendapat penolakan seperti ini oleh penduduk lokal (terkenal dengan istilah NIMBY : Not In My Back Yard) apalagi di daerah seperti Bali yang pertumbuhan ekonominya sedang berkembang dengan pesat. Oleh karena itu pemerintah daerah harus tegas dan berani mengambil keputusan membangun pembangkit listrik skala besar untuk menyelamatkan Bali dari krisis energi listrik di masa depan.
  4. Jaringan Interkoneksi/transmisi Jawa – Bali harus di-backup, agar meminimalisis kegagalan pengiriman energi dari Jawa ke Bali.
  5. Selain pembangunan pembangkit listrik skala besar, koordinasi antar pemerintah, bersama industri manufaktur, dan masyarakat pengguna energi sangat diperlukan untuk dapat meningkatkan peran sumber energi terbarukan sebagai pasokan utama energi lokal yang berkelanjutan.
  6. Pemerintah daerah harus berusaha mengembangkan dan memberikan perhatian lebih untuk meningkatkan penggunaan energi alternatif seperti PLTS, PLTA, PLTB, ataupun biomassa. Iklim investasi harus direkayasa sedemikian rupa di Bali agar para pengusaha hotel, villa, dan usaha lainnya di Bali bersedia menggunakan pembangkit listrik energi terbarukan.
  7. Para pengusaha lokal dan generasi intelek muda Indonesia harus didorong dan dilindungi oleh pemerintah daerah untuk ikut berpartisipasi di bidang usaha yang berbasis teknologi sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku agar mereka nantinya dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha asing yang saat ini menguasai dunia perbisnisan di Bali.

Baca juga artikel lainnya tentang Bali :

  1. Sepenggal Catatan Tentang Liburan di Bali
  2. Penyebab dan Langkah Pencegahan Banjir di Bali
  3. Inkubator Wirausaha di Bali
  4. Sekilas Tentang Geothermal Bali
  5. Permasalahan Yang Perlu Menjadi Perhatian Publik Bali
  6. Pohon Perindang Jalan, Burung Kokokan vs Tiang Listrik PLN di Bali
  7. Hal-hal yang harus diperjuangkan publik Bali
  8. 5 Saran Untuk Perkembangan Industri Pariwisata Bali

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE atau SUKA,KOMENTARI & BAGIKAN halaman facebook berikut -> Catatan Fendy Sutrisna


Referensi :

1. Kebijakan dan Pengembangan Energi Listrik di Bali, BAPPEDA BALI, April 2006

2. Bale Bengong, Misteri Geothermal Bedugul Jilid 2

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s