Kiat Sukses Mencari Kerja di Jepang


Kiat Sukses Mencari Kerja di Jepang

-Tips buat temen-temen yang berkuliah di Jepang dan berniat melanjutkan mencari kerja-

Kadek Fendy Sutrisna

11 Februari 2012

Seiring dengan banyaknya perusahaan Jepang yang mulai menjajaki pasar dunia, beberapa tahun belakangan ini banyak mahasiswa asing termasuk mahasiswa Indonesia direkrut untuk menjadi pekerja di Jepang. Tentu saja proses seleksi pencarian kerja ini tetaplah tidak mudah, negara ini memiliki sistem perekrutan tenaga kerja yang berbeda dengan negara kita. Tapi jangan langsung takut bersaing dulu, karena mereka tetap membutuhkan skill Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia yang kita miliki untuk membantu mereka memasarkan produknya. Tentu saja kita juga punya nilai positip lainnya, yaitu mereka menilai kita sebagai orang-orang pintar yang sudah bisa lolos seleksi sampai bisa berkuliah ke Jepang.

Perlu diketahui bahwa kebanyakan perusahaan di Jepang hanya merekrut mahasiswa yang fresh graduate. Itu artinya apabila berencana bekerja di Jepang, kita harus mempersiapkan diri setahun penuh di tahun terakhir sebelum kelulusan. Jadi apabila kita masuk ke kuliah April/Oktober 2012, proses pencarian kerja harus sudah dilakukan dari Desember tahun 2013. Tahun terakhir ini adalah tahun dimana kita juga sedang sibuk untuk bereksperimen, seminar, atau mempersiapkan tugas akhir/thesis. Jika sudah lulus kuliah dan belum juga mendapatkan pekerjaan, maka sangat susah buat mahasiswa lulusan universitas Jepang untuk mencari kerja di Jepang.

Pada artikel ini saya mencoba untuk berbagi pengalaman saat berkuliah S2 dan mencari kerja di Jepang. Kiat-kiat sukses akan saya paparkan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Semoga bisa menjadi masukan dan selamat menikmati.

6 BULAN PERTAMA DI JEPANG : KURSUS INTENSIF BAHASA JEPANG

Saya tiba di Jepang bulan April 2009 dengan skill Bahasa Jepang yang nol besar, tidak bisa Bahasa Jepang sama sekali. Saya memulai petualangan di Jepang dengan mengikuti kelas bahasa intensif dari pukul 9 – 18. Dimana program tersebut menargetkan siswanya untuk lancar berbahasa Jepang dalam 6 bulan. Jika gagal saya harus langsung pulang ke Indonesia.

Tentu saja waktu 6 bulan tidaklah cukup, sangat pendek dan butuh perjuangan ekstra untuk bisa mencapai target tersebut. Oleh karena itu saya selalu belajar juga dirumah dan mungkin saat itu saya hanya tidur4 sampai 6 jam sehari.

Memang tidak semua mahasiswa perantau memiliki kesempatan untuk belajar bahasa lokal negara tersebut sebelum mengikuti perkuliahannya. Namun apabila kesempatan itu ada, saya sangat menyarankan buat rekan-rekan untuk jangan ragu-ragu dan untuk belajar Bahasa Jepang terlebih dahulu semaksimal mungkin. Jika perlu paksa dosen pembimbing kalian untuk memberikan waktu kita dulu di kursus Bahasa Jepang.

6 BULAN KEDUA DI JEPANG : MASUK PERKULIAHAN DAN LANGSUNG PASANG TARGET LULUS JLPT LEVEL 2

Setelah selesai mengikuti kelas Bahasa Jepang, saya akhirnya resmi menjadi mahasiswa S2. Tantangan baru datang lagi pada proses yang ini. Yaitu saat pertama kali saya kuliah, saya bingung kenapa orang-orang disekitar saya menggunakan Bahasa Jepang yang berbeda dari yang saya pelajari. Kecepatan berbicara mereka juga sangat cepat. Selidik punya selidik, ternyata memang Bahasa Jepang yang digunakan sehari-hari sedikit berbeda dengan bahasa Jepang baku yang saya pelajari di kelas kemaren. Apalagi bahasa gaul dan anak mudanya Jepang, tambah berbeda lagi dan butuh jam terbang ekstra untuk bisa menangkap pembicaraan mereka.

Dari sini saya mengambil kesimpulan bahwa untuk dapat diterima kerja di Jepang saya harus meningkatkan skill bahasa Jepang saya menjadi 4 kali lipat dalam 6 bulan ke depan ini. Jujur saja sewaktu selesai kelas bahasa padahal saya sudah yakin bahwa skill Bahasa Jepang saya sudah sangat cukup. Tapi kenyataannya memang mustahil belajar bahasa dan menjadi native hanya dalam 6 bulan

Dari sini saya membuat target gila, yaitu lulus JPLT level 2 dan lulus BJT dalam 2 bulan ke depan ini. Untuk sekedar diketahui bahwa saya masuk S2 bulan Oktober, dan mengikuti tes JLPT bulan Desember. Tes JLPT dilaksanakan 2 kali dalam setahun, Desember dan April.

Saya berpikir waktu itu apabila saya gagal di bulan Desember, maka ini akan bisa menjadi pengalaman untuk mengambil JLPT selanjutnya di bulan April. Saat itu saya belajar sendiri setiap pulang dari kuliah dengan membeli buku khusus kumpulan soal-soal untuk menghadapi JLPT.

Untungnya saya lulus di tes JLPT ini dan bisa langsung melanjutkan tantangan berikutnya, yaitu mengikuti BJT secepatnya. BJT berbeda dengan JLPT. Tes ini lebih condong untuk tes ketrampilan bahasa Jepang di dunia bisnis, seperti bagaimana menggunakan Bahasa Jepang saat kita menelpon rekan bisnis, bagaimana cara mempromosikan produk, bagaimana cara berbicara dengan atasan/bawahan, bagaimana cara mengirim email antar kantor ataupun intern kantor, bagaimana cara menulis surat perkantoran, dll.

Selama 6 bulan di awal kuliah S2 ini, saya fokus meningkatkan skill bahasa Jepang saya. Setiap habis kuliah saya selalu menambah kosakata bahasa Jepang saya dengan mencoba mencatat dan membuat semua tugas menggunakan bahasa Jepang. Setiap kuliah, saya selalu berusaha untuk bertanya, walaupun bahasa Jepang saya masih pas-pasan dan dosen biasanya bingung menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Sampai suatu hari dosen-dosen sadar bahwa saya melakukan itu karena juga ingin meningkatkan skill dan kepercayaan diri saya menggunakan Bahasa Jepang.

6 BULAN SELANJUTNYA FOKUS DI LAB

Setelah berhasil lulus tes JLPT level 2 dan tes BJT, selanjutnya saya memilih untuk fokus di Lab. Setiap hari saya selalu dateng ke Lab pukul 9 pagi dan pulang pukul 11 malem. Ini saya lakukan karena mulai semester depan saya akan disibukkan dengan kegiatan mencari kerja. Jadi sebisa mungkin saya berusaha untuk menyelesaikan penelitian saya dalam waktu 6 bulan.  Awalnya di Lab tidak ada kebiasaan menginap. Tapi setelah 2 bulan saya sibuk di Lab, hampir setiap hari kita anak-anak lab menginap bersama.  Hasil penelitian saya pun termasuk memuaskan, karena saya berhasil mengikuti seminar di Jerman, Perancis, Kyushu, Taiwan, dan Bali hanya dalam waktu 6 bulan.

Proses 6 bulan ini juga saya tetap belajar Bahasa Jepang. Saya diajarkan bahasa Jepang yang tidak formal oleh teman-teman Lab. Diajarkan cara membuat paper ilmiah dengan Bahasa Jepang. Jika ada waktu luang, saya mencoba untuk menulis ulang berita Jepang di Internet beserta komentar pribadi saya tentang berita tersebut setiap minggunya. Belajar mengarang menjelaskan penelitan saya dengan menggunakan Bahasa Jepang, dll. Contoh karangan Bahasa Jepang yang sudah saya buat dengan menggunakan bahasa Jepang dapat dibaca pada blog ini.

Yang saya tekankan disini adalah jika mau mencari kerja di Jepang, manfaatkanlah waktu 6 bulan diawal ini sebaik-baiknya untuk menyelesaikan segala kuliah dan penelitian S2. Karena hanya waktu ini yang tersisa dimana kita bisa fokus.

SATU TAHUN TERAKHIR : SAATNYA SIBUK MENCARI KERJA

Setelah selesai dengan penelitian, saatnya saya mulai mencari tau tentang tata cara mengikuti proses mencari kerja di Jepang. Pertama-tama saya mencari informasi tentang perusahaan-perusahaan Internasional yang ada di Jepang. Kemudian saya mencari teman-teman Jepang yang memiliki tujuan sama untuk menyiapkan berkas-berkas dan mengatur jadwal bersama. Diawal-awal saya juga rajin mengikuti seminar-seminar tentang tata cara dan etika mencari kerja di Jepang. Biasanya ada banyak seminar seperti ini di kampus yang bertujuan untuk menjelaskan proses mencari kerja ini kepada mahasiswa asing. Banyak pelajaran yang saya dapat dari mengikuti seminar ini, seperti cara berpakaian, cara mendaftar di perusahaan, cara mengikuti seminar/interview, sopan santun saat mengikuti seleksi, dll.

Di awal bulan Januari saya mulai mendaftar di website-website seperti Rikunabi, Global Leader, IFSA, Mynavi, Jobstreet, dll. Oiya selain mencari kerja, saya juga mendaftarkan diri untuk mengikuti internship diperusahaan-perusahaan yang saya tuju dengan menggunakan web-web tersebut.

Setelah selesai dengan semua itu, perusahaan-perusahaan yang saya tuju saya buat list dan rangkumannya menggunakan Microsoft Exel beserta alamat website, user name, password, gaji perbulan, bidang pekerjaan, alamat perusahaan, jadwal-jadwal interview, dan info-info lainnya. Ini saya lakukan karena perusahaan yang saya tuju lebih dari 10 perusahaan. Saya mulai bingung menghafalkan user name dan password masing-masing perusahaan.

Oiya sekedar informasi bahwa saat kita mencari kerja di Jepang, kita haru mengikuti tahap-tahap seperti mengisi formulir secara on-line, mengikuti seminar (setsumei-kai), mengikuti kunjungan ke pabrik/perusahaan, interview, tes tulis, dan yang terakhir tes kesehatan.

Ada banyak trik-trik yang harus dipelajari di setiap tahapan. Namun intinya adalah kita harus banyak mencoba. Semakin banyak kita mencoba dan bertanya, gagal, dan mencoba perusahaan yang lain lagi maka semakin terbiasa dan semakin pintar kita menjawab setiap pertanyaan interview. Ada 4 pertanyaan pokok yang selalu ditanya setiap interview yaitu : perkenalan diri selama 3 menit; jelaskan tentang penelitian yang sedang kita kerjakan dan penelitian S1; alasan kenapa memilih kerja di perusahaan yang kita tuju itu/jepang; dan 5-10 tahun ke depan apa rencan kita. Jawaban dari keempat pertanyaan ini sebisa mungkin harus bisa kita jawab dengan lancar. Apabila itu sudah bisa maka saya rasa pertanyaan-pertanyaan yang lainnya tidak akan menjadi masalah.

Hal penting lainnya adalah, setiap kita mengikuti seminar atau kunjungan ke perusahaan, jangan lupa untuk membawa catatan kecil. Selalu duduk di depan, catat semua yang disampaikan saat seminar, ajukan pertanyaan sebanyak mungkin adalah tantangan yang harus coba dilakukan apabila kita serius ingin bekerja di perusahaan tersebut. Apabila kita aktif selama mengikuti proses ini, nanti akan ada orang perusahaan yang akan memberikan kartu nama ke kita. Jika ada berikan juga kartu nama kita beserta CV, paper, dllnya yang bisa menjadi pertimbangan mereka. Sesampainya dirumah jangan lupa untuk mengirimkan email terimakasih kepada orang yang memberi kartu nama tersebut beserta kesan-kesan kita dan pertanyaan selama mengikuti proses seminar atau kunjungan ke perusahaan tersebut.

Saat mengikuti tes tulis, cobalah mencari informasi ke bagian arsip kampus, pelajari tes-tes tahun lalu. Biasanya soal tes tulis tidak berubah dari tahun ke tahun.

Jika ada pertanyaan lainnya tentang tata cara atau tips-tips lainnya dalam mencari kerja di Jepang silahkan komentar, akan saya jawab dengan senang hati. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

About these ads

12 thoughts on “Kiat Sukses Mencari Kerja di Jepang

  1. Aku kan baru kelas smp 2 targetnya aku juga mau ke Jepang kuliahnya, atau kerja. Tapi kalo mau kerja di Jepang itu musti kuliah di mana?
    *aku juga udh usaha buat belajarin bahasa jepang ,tapi masalahnya belajar kanjinya…
    Soalnya aku enggak les…

  2. ane sekarang kelas XII smk, ane mau rencana mau ambil S1 sastra jepang..
    gmana ya gan?
    terus ksempatan kerja lulusan S1 sastra jepang di Jepang gimana ya?
    kira2 bidang kerja apa aja?klo bisa bukan yang magang..
    ane sekarang baru blajar sendiri, dkit2..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s