Kondisi Kelistrikan Indonesia


Kondisi Kelistrikan Indonesia

Kadek Fendy Sutrisna

1o Agustus 2010

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk suatu negara tentu saja sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan energi listriknya. Di Indonesia khususnya, masalah kelistrikan timbul akibat kebutuhan energi listrik yang meningkat lebih pesat dibandingkan kemampuan PT. PLN (Persero) untuk memenuhi pasokan listrik yang dibutuhkan. Akibatnya, terjadi pemadaman bergilir dimana-mana dan masih terdapat beberapa daerah di Indonesia yang belum mendapatkan kesempatan untuk dialiri listrik.

Banyak perhatian di curahkan publik untuk mengetahui permasalahan kelistrikan nasional kita. Semoga tulisan ini dapat membantu masyarakat termasuk didalamnya sarjana dan teman-teman elektro lainnya untuk menemukan solusi masalah kelistrikan nasional kita. Dengan berusaha untuk memberikan 1 saja jawaban dari 100 pertanyaan kecil diharapkan dapat menjawab sebuah pertanyaan besar. 

1.  Kapasitas Terpasang

Sampai akhir tahun 2008 total kapasitas pembangkit terpasang di seluruh Indonesia mencapai 29.373 MW yang terdiri dari pembangkit milik PLN sebesar 24.763 MW serta pembangkit milik swasta atau IPP (Independent Power Producer) sebesar 4.610 MW. Sumatera 4.179 MW, Jawa-Bali 22.406 MW, Kalimantan 1.036 MW, Sulawesi 1.123 MW, Nusa Tenggara 300 MW dan Maluku dan Papua 330 MW. Untuk keterangan lebih lengkap dapat dilihat pada Tabel 1 dibawah ini.

Tabel 1. Kapasitas Pembangkit Terpasang Tahun 2008

Dari keterangan tabel 1 dapat disimpulkan bahwa, kemampuan negara kita untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakatnya sangatlah rendah. Apabila kapasitas pembangkit terpasang tiap daerah dibagi dengan jumlah penduduknya, maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan listrik penduduk Indonesia yang dapat dipenuhi saat ini rata-rata hanya sebesar 60 watt saja. Tentu saja kondisi ini sangat tidak kondusif apabila ingin mengembangkan infrastruktur dan meratakan pembangunan di Indonesia.

2. Rasio Elektrifikasi Nasional (Sumber: ESDM, per propinsi)

Rasio elektrifikasi adalah tingkat perbandingan jumlah penduduk suatu negara yang menikmati listrik dengan jumlah total penduduk di negara tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, rasio elektrisifikasi nasional telah meningkat dari 59% menjadi 65% atau sekitar 1,5% per tahun. Peningkatan rasio elektrifikasi tersebut dilakukan melalui sambungan baru pelanggan PLN dan pemanfaatan energi setempat (PLTMH, PLTB, PLTS Terpusat dan PLTS Tersebar yang khusus diperuntukkan bagi daerah-daerah terpencil). Gambar 1 menunjukan tentang kondisi rasio elektrifikasi Indonesia sampai dengan tahun 2009 (65%). Dari tahun 2000-2008 seperti ditunjukan pada Gambar 2, laju pertumbuhan pemasangan baru dan penambahan daya  mencapai lebih dari dua kali lipat laju pertumbuhan kapasitas terpasang.


Gambar 1. Rasio Elektrifikasi Nasional 2009 per Propinsi


Gambar 2. Perkembangan Daya Mampu vs Beban Puncak


Gambar 3. Kondisi Sistem Kelistrikan Nasional

3.    Tarif Dasar Listrik

Tarif dasar listrik atau biasa disingkat TDL, adalah tarif yang boleh dikenakan oleh pemerintah untuk para pelanggan PLN. Saat ini TDL rata-rata adalah USD 0,065 /kWh. Pada awal 2008, tarif nonsubsidi pelanggan 6.600 VA ke atas sekitar Rp 1.122 per kilowatt-hour (kWh), sedang tarif subsidi sekitar Rp 656 per kWh.

Mulai 1 Juli 2010, pemerintah memutuskan menaikkan TDL rata-rata 10%. Hal ini didasarkan pada Pasal 8 UU No.2 Tahun 2010, untuk menutupi kekurangan subsidi sebesar Rp4,8 triliun karena alokasi anggaran subsidi listrik ditetapkan Rp.55,1 triliun. Tetapi untuk TDL 450-900 VA, DPR memutuskan tidak ada kenaikan.

Seperti yang kita lihat pada gambar dibawah ini, menurut data dari PT. PLN, berdasarkan aturan pemerintah tentang biaya operasi dan subsidi tahun 2009, besarnya subsidi listrik dari pemerintah adalah sebesar ~40% dari biaya operasi.


Gambar 4. TDL 2009

4.     Harga Jual Listrik Rata-rata Rumah Tangga Negara Asia Tenggara

Tahun 2009 pemerintah mengucurkan subsidi Rp 55,1 triliun. Subsidi tersebut diterangkan lebih rinci pada data pelanggan utama PT.PLN dibawah ini.

Rumah Tangga Pelanggan Utama

Dari total 40,2 juta pelanggan, rumah tangga merupakan pelanggan utama PLN. Sebagian besar pelanggan 450 watt.

Pelanggan rumah tangga

  • Rumah tangga kaya (> 6.600 watt): 96,5 ribu
  • Rumah tangga (2.200-6.600 watt): 489,5 ribu
  • Menengah (2.200 watt): 1,234 juta
  • Menengah (1.300 watt): 3,461 juta
  • Sedang (900 watt): 12,556 juta
  • Kecil (450 watt): 19,277 juta
  • Bisnis: 1,755 juta
  • Industri: 47,8 juta
  • Lainnya (pemerintah dan sosial): 1,256 juta

Jumlah pelanggan PLN : 40,2 juta pelanggan

Penduduk yang belum terlayani listrik  :18,9 juta kepala keluarga

TDL di Indonesia adalah yang termurah apabila dibandingkan dengan enam negara Asean lainnya. Berdasar data Kementerian ESDM, TDL rumah tangga di Indonesia rata-rata berkisar Rp 518 per kWh. Bandingkan dengan negara tetangga lainnya yang bila dikonversi ke nilai Rupiah seperti Thailand sebesar Rp 782 per kWh, Malaysia Rp 829 per kWh, Vietnam Rp 848 per kWh. Tarif listrik rumah tangga di Philipina dan Singapura bahkan berada di atas Rp. 1400/kWh. Sedangkan untuk tarif industri, tarif di Indonesia juga termasuk yang termurah di ASEAN setelah Vietnam.


Gambar 5. TDL PLN Komparasi dengan Negara Tetangga

5.  Peta Proyek Percepatan

5. 1 Peta Proyek Percepatan 10.000 MW Tahap 1


Gambar 6. Peta Proyek Percepatan 10.000 MW Tahap 1

5.2   Peta Proyek Percepatan 10.000 MW Tahap 2


Gambar 7. Peta Proyek Percepatan Tahap 2

Silahkan lihat artikel lainnya tentang kelistrikan disini. Atau artikel tentang pembangkit listrik di Indonesia disini.

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Menerima jasa Konsultasi Studi Kelayakan (Feasibility Study, FS) untuk proyek Pembangkit Listrik, konsultansi meliputi pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik, studi perhitungan daya dan energi listrik, studi sistem kelistrikan, membuat estimasi biaya pembangunan pembangkit listrik mencakup analisis harga satuan pekerjaan sipil, peralatan elektrikal-mekanik, peralatan jaringan transmisi-distribusi-instalasi rumah, pajak serta biaya pengembangan; memperkirakan komponen biaya operasional (fixed & variable O&M Cost); menghitung harga tarif yang tepat, analisa finansial, dan mematangkan segala langkah pembangunan dan operasional proyek pembangunan pembangkit listrik.
WA/Line : 0813378-01378,
Email : ir.fendysutrisna@gmail.com

Baca juga artikel lainnya tentang kelistrikan nasional disini :

  1. Kondisi kelistrikan beberapa daerah di Indonesia
  2. Kondisi kelistrikan Indonesia
  3. Energi untuk Indonesia yang lebih baik
  4. Kondisi dan pemasalahan energi di Indonesia


6.   Referensi :

  1. http://www.esdm.go.id
  2. Kuliah Umum FAHMI MOCHTAR – DIREKTUR UTAMA ;  Tantangan dan Kendala Pemenuhan Kebutuhan Tenaga Listrik Nasional
  3. Pekik Argo Dahono ; Kelistrikan Nasional: Masalah dan Solusinya

4 thoughts on “Kondisi Kelistrikan Indonesia

  1. Pingback: Sekilas Mengenai Konverter DC-DC « Indone5ia

  2. Pingback: MOTOR Listrik Arus Searah « Indone5ia

  3. Pingback: Kendala Elektrifikasi Daerah Terpencil dan Solusi PLTMH | Beranda MITI

  4. Pingback: Kendala Elektrifikasi Daerah Terpencil dan Solusi PLTMH | Beranda Inovasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s