Pembangkit Listrik Setelah ‘Jaman Fosil’


Pembangkit Listrik Setelah ‘Jaman Fosil’

Kadek Fendy Sutrisna

30 Mei 2011

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Pembangkit Listrik Jaman Fosil

Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara, dan gas alam bukan merupakan alternatif yang menjanjikan sebagai pembangkit listrik masa depan. Pasalnya, disamping persediaannya yang terbatas dan semakin menipis, konsumsi energi fosil diperkirakan masih akan terus meningkat sekitar 1,8% per tahunnya. Berdasarkan data energi dunia, persediaan minyak bumi saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan 100 tahun ke depan, cadangan gas alam untuk 200 tahun, dan batu bara untuk 1000 tahun.

Dapat disimpulkan disini bahwa bagi manusia di generasi mendatang, kehidupan kita saat ini, dari abad 19 dan mungkin sampai dengan 22, adalah zaman fosil (seperti kita memandang zaman perunggu lebih dari 3000 tahun silam). Bisa dikatakan demikian karena semua segi kehidupan kita sangat ditentukan oleh keberadaan bahan bakar fosil. Andaikata pun prediksi persediaan bahan bakar fosil lebih banyak daripada perkiraan yang disampaikan diatas, permasalahan negatif pemanasan global dan perubahan cuaca yang timbul tetap mengharuskan dunia untuk membatasi penggunaan energi ini secara bijaksana.

Solusi Masa Depan Dunia dan Indonesia

Berakarkan pada permasalahan ini, koalisi delapan negara maju di dunia (G8) menawarkan solusi untuk menggunakan energi terbarukan seperti tenaga matahari dan tenaga angin untuk membatasi emisi gas CO2. Perdana Mentri Jepang dipertemuan rutin tahunan terakhirnya (27 Mei 2011) dengan sigap menginstruksikan bahwa seluruh rumah tangga di Jepang harus menggunakan tenaga matahari sampai dengan tahun 2030.

Pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia? Tentu saja pembatasan penggunaan energi terasa tidak adil untuk negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Saat ini, konsumsi energi listrik Indonesia terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik berkisar 2,3-2,5%. Pada akhir tahun 2030, diperkirakan kebutuhan energi listrik akan menjadi sekitar 16000 TWh per tahunnya. Pemenuhan kebutuhan listrik di Indonesia merupakan hal yang mendesak harus segera dibenahi apabila Indonesia tidak mau mengalami krisis energi dalam beberapa tahun ke depan.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)

Perkembangan terpesat PLTN kini terjadi di negara-negara berkembang seperti RRC, India, dan Korea Selatan. Sementara negara terbanyak yang menggunakan PLTN hingga saat ini adalah Amerika, sebanyak 104 reaktor yang telah beroperasi, 20% dari total energi listrik yang dihasilkan untuk kebutuhan nasionalnya. Setiap negara G8 saat ini juga sudah sangat tergantung dengan pembangkit listrik ini (Perancis : 80%, Inggris : 20%, Jerman : 31%, Jepang : 30%, Kanada : 15%, Rusia : 16%).

Lantas, apabila tetangga terdekat Jepang yang sedang berkembang seperti Indonesia ini (Korea Selatan dan China) tidak terpengaruh oleh kecelakaan PLTN Fukushima melainkan tetap semangat menjalankan PLTN yang sudah ada dan juga terus membangun PLTN baru, benarkah Indonesia harus menyerah untuk menggunakan teknologi yang satu ini?

Kecelakaan Fukushima memang berakibat fatal, namun juga memberikan kita pelajaran/gambaran bagaimana cara penanggulangan bahaya nuklir dan pencegahan pencemaran radiasi kedepannya. Perkembangan desain yang sangat signifikan pada generasi mutakhir dari PLTN adalah dengan menggunakan prinsip kehandalan berlapis untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terburuk. Dengan desain ini, kegagalan salah satu sistem tidak akan menyebabkan kegagalan sistem keselamatan secara total.

Teknologi nuklir hampir mirip dengan teknologi pesawat terbang, walaupun rumit Indonesia mempunyai SDM yang mampu menguasai teknologi ini ke depannya. Ibarat naik pesawat terbang, moda transportasi yang satu ini memang memiliki resiko yang sangat besar, namun bukan berarti kita tidak membutuhkan teknologinya bukan? Suatu kecelakaan penerbangan tidak membuat kita menjadi trauma dalam menggunakan teknologinya. Bukankah dengan menggunakan sistem pengamanan yang memadai, kita tetap bisa tidur nyenyak selama perjalanan?

Kesimpulan

Melihat pada akar permasalahan di atas, suka atau tidak suka, sangat sulit untuk membayangkan Indonesia dengan sumber energi listrik yang berlimpah di masa depan apabila kita tidak berusaha juga untuk menguasai dengan baik teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir. Jika teknologi nuklir bisa dikuasai, sumber energi terbarukan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah terpencil (islanded microgrid). Jika strategi ini berhasil, pengembangan teknologi alternatif untuk memanfaatkan potensi energi lokal Indonesia dan pembangkit listrik yang lebih mutakhir pun diperlukan untuk mendukung pembangunan pusat-pusat pembangkit listrik yang lebih mumpuni.

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Menerima jasa Konsultasi Studi Kelayakan (Feasibility Study, FS) untuk proyek Pembangkit Listrik, konsultansi meliputi pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik, studi perhitungan daya dan energi listrik, studi sistem kelistrikan, membuat estimasi biaya pembangunan pembangkit listrik mencakup analisis harga satuan pekerjaan sipil, peralatan elektrikal-mekanik, peralatan jaringan transmisi-distribusi-instalasi rumah, pajak serta biaya pengembangan; memperkirakan komponen biaya operasional (fixed & variable O&M Cost); menghitung harga tarif yang tepat, analisa finansial, dan mematangkan segala langkah pembangunan dan operasional proyek pembangunan pembangkit listrik.
WA/Line : 0813378-01378,
Email : ir.fendysutrisna@gmail.com

ARTIKEL LAINNYA :

  1. Sistem PLTB Variable Speed dan Direct Drive
  2. Sistem PLTB Fixed Speed dan Variable Speed
  3. Kumpulan artikel tentang PLTA
  4. Kumpulan artikel tentang sel surya
  5. Kumpulan artikel tentang PLTN
  6. Kumpulan artikel tentang elektronika daya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s