Pariwisata Bali


Pariwisata Bali

Kadek Fendy Sutrisna

9 Juni 2011

1. DENPASAR

1.1 Museum Bali
Lokasi museum ini di nol kilometer Denpasar, kawasan perempatan Catur Muka. Dia ada di sisi timur lapangan Puputan, tempat di mana perang hebat Kerajaan Badung melawan Belanda terjadi pada tahun 1906.

Museum Bali ini menyajikan koleksi-koleksi benda dalam kehidupan masyarakat Bali mulai dari kelahiran hingga kematian. Karena itu bagus untuk tempat mengenal adat dan tradisi Bali. Penamaan museum menggunakan nama-nama kabupaten di Provinsi Bali, seperti Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan seterusnya.

Tiket masuk museum ini Rp 2.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Namun, pengunjung mesti menyiapkan uang antara Rp 5.000 – Rp 10.000 jika ingin ditemani pemandu lepas (guide freelance) selama berkeliling. Harap maklum, tidak ada pemandu resmi meski museum ini menyajikan wisata sejarah, hal yang tak cukup dijelaskan hanya lewat koleksi museum.

Museum Bali buka tiap hari kerja pada jam kerja pula. Dia tutup pada hari Minggu atau hari libur nasional lain.

1.2 Museum Bajra Sandhi
Jika Museum Bali berada di nol kilometer Denpasar, maka Museum Perjuangan Rakyat Bali Bajra Sandhi berada di pusat pemerintahan Bali di kawasan Renon, Denpasar. Karena itu museum perjuangan ini lebih dikenal dengan nama pendek Museum Bajra Sandhi Renon.

Seperti namanya, museum yang diresmikan pada 2003 ini terutama menyajikan sejarah perjuangan rakyat Bali melawan penjajah. Namun, dia juga menceritakan sejarah Bali mulai dari zaman batu hingga tahun 1970an.

Karena itu, museum ini wajib dikunjungi jika ingin mengenal Bali sebelum menjelajah lebih dalam di pulau ini.

Bentuk museum yang seperti genta terbalik dan menjulang hingga 45 meter jadi salah satu bagian menarik dari museum ini. Dia bisa jadi landmark Denpasar atau bahkan Bali seperti halnya Big Ben di London (Inggris), Menara Pisa di Italia (Perancis), dan semacamnya. Berfotolah dengan latar belakang Museum Bajra Sandhi, maka Anda sudah sah berkunjung ke Bali.

Tiket masuk museum ini Rp 3.000 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Tidak ada pemandu yang terus menerus memberikan keterangan tiap kali ada tamu. Tapi, ada petugas yang bisa diminta informasi kalau butuh keterangan tentang diorama dan bagian-bagian lain museum ini.

Kalau toh tidak ada petugas, keterangan di diorama museum cukup memberikan keterangan tentang sejarah Bali dari zaman batu hingga tahun 1975 tersebut. Museum ini buka tiap hari dan jam kerja kecuali pada hari libur nasional dan hari raya Hindu, seperti Galungan dan Kuningan.

Kalau sudah tahu sejarah dan budaya Bali lewat museum, selanjutnya tinggal jalan-jalan ke dua ikon Bali, Sanur dan Kuta.

1.3 Sanur
Desa ini terkenal dengan pantainya. Turis domestik biasa menyebut pantai Sanur meskipun tiap lokasi punya nama sendiri-sendiri. Misalnya, pantai Sindhu, pantai Mertasari, dan seterusnya. Dia berada di sisi timur Denpasar.

Karena menghadap sisi timur laut Bali, maka waktu terbaik untuk menikmati pantai ini adalah saat matahari terbit. Meski demikian, pantai ini tetap keren dinikmati saat sore hari. Sebaiknya sih hindari ke sini saat siang hari antara pukul 10 sampai pukul 3 sore. Panas tak terkira apalagi pas musim kemarau.

Tapi, di beberapa bagian pantai ada krib atau pemecah ombak dengan balebengong di atasnya. Asik untuk mengaso setelah berpanas ria menikmati pantai.

Kegiatan paling enak di pantai ini selain jakan-jalan adalah berenang atau main kano. Dengan ombak tenang dan kedalaman kira-kira sedada orang dewasa saat pasang, pantai di sini aman untuk bersantai atau berendam. Kalau main kano tarifnya Rp 5.000 – Rp 10.000 sepuasnya.

1.4 Pantai Mertasari

1.5 Art Centre 

1.6 Pasar Kumbasari
Berada di jantung Kota Denpasar, pasar oleh-oleh terbesar di Bali ini bisa jadi pilihan untuk turis yang malas pergi jauh ke Sukawati, Gianyar. Pasar Kumbasari berada satu kompleks dengan Pasar Badung, pasar 24 jam dan terbesar di Bali.

Pasar Kumbasari serupa dengan Pasar Sukawati dengan bangunan lebih besar, hingga lima lantai. Tiap lantai menjual satu jenis suvenir, misalnya paakaian di lantai dua, kerajinan di lantai tiga, dan seterusnya. Karena luas, belanja di pasar uni bisa lebih luas. Tidak perlu berdesak-desakan seperti di Sukawati. Namun, harga di sini relatif lebih mahal dibanding dengan Sukawati.

2. BADUNG

2.1 Pantai Kuta
Inilah pantai yang paling banyak dicari turis ke Bali, domestik ataupun asing. Pantai di Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung ini berada di sisi barat pantai sehingga jadi pilihan asik untuk menikmati matahari tenggelam.

Tak heran, saat petang, ribuan orang akan memenuhi pantai sepanjang kira-kira 2 km dari Tuban hingga Seminyak ini.

Di pantai ini, turis asing biasa berjemur membakar kulitnya. Bagi turis domestik, bule-bule berjemur inilah yang kadang jadi pemandangan utama. Agak memalukan tapi itulah faktanya. Beberapa turis lokal juga berjemur tapi bisa dibilang satu dari seribu.

Kegiatan asik bagi turis lokal di sini adalah main bola atau berenang. Kadang ada pula yang surfing meski tak banyak. Namun, sekadar duduk menikmati sunset dan deburan ombak juga bisa jadi pilihan setelah capek wara-wiri menikmati lembut pasir sepanjang pantai.

Beberapa pantai lain yang jeren adalah pantai Nusa Dua, Dreamland, balangan, dan seterusnya. Tapi ini agak jauh dari Denpasar atau Kuta.

Kalau bosan dengan pantai, mungkin pegunungan bisa jadi pilihan. Ada dua tempat yang biasa dikunjungi turis pemulai ini, Kintamani dan Bedugul.

2.2 Pantai Jimbaran

2.3 Pantai DreamLand

Pantai dreamland terletak di bukit Pecatu sebelah selatan Desa Jimbaran atau kira-kira bisa dicapai 30 menit dari pantai Kuta. Dreamland berada di kawasan Bali Pecatu Graha yang direncakan akan menjadi kawasan pariwisata exclusive yang menawarkan hotel-hotel berbintang, villa-villa mewah, lapangan golf 18 holes, pusat pertokoan yang dilengkapi sarana sosial seperti klinik kesehatan, sekolah international dan lain lain.

Memasuki gerbang besar di pinggir jalan raya Pecatu, ada patung Wisnu Kencana yang cukup besar menyambut kedatangan anda. Kesan pertama “menakjubkan” setelah anda melihat jalan besar yang berkelok melintasi perbukitan dengan taman yang asri menghijau di kiri-kanan jalan. Lampu-lampu hias di sepanjang jalan, bangunan-bangunan style Bali di kejauhan dan pemandangan teluk Jimbaran yang membiru. Sebelum memasuki areal parkir, pengunjung diharuskan membayar biaya parkir. Untuk akses ke pantai ada 2 alternative yang bisa anda pilih. Berjalan menuruni jalan berkapur yang berjarak kira-kira 200 meter atau melewati Klapa Restaurant yang berlokasi di sebuah tebing di atas pantai dreamland. Pemandangan dari Klapa Restaurant membuat anda bisa lebih banyak mengeksplorasi pemandangan pantai dan laut dari atas bukit. Tapi anda akan dikenakan biaya masuk/voucher yang cukup mahal (Rp. 75.000 per orang per Sep 2010) yang bisa anda tukarkan dengan minuman atau makanan kecil di dalam restaurant.

Datanglah sekitar pukul 18.00 ke pantai dreamland, sesaat sebelum matahari terbenam. Anda akan menyaksikan keindahan pemandangan sunset yang sangat indah dan menakjubkan. Atau kalau tidak memungkinakan, di pagi atau siang hari anda bisa bersantai di tepi pantai, duduk-duduk atau berjemur menyaksikan birunya air laut. Atau kalau anda penggemar “Surfing” anda bisa bermain papan seluncur ini di pantai Dreamland. Tersedia juga warung-warung kecil yang menyediakan minuman dan makanan di pantai ini.

2.3 Pantai Tegal Wangi

2.4 Mangrove

2.5 Amanda Chapel

2.6 Ayana Resort

2.7 Garuda Wisnu Kencana (GWK)

2.8 Uluwatu

Uluwatu adalah sebuah kawasan wisata yang berlokasi di ujung selatan Pulau Bali. Masuk ke wilayah desa Pecatu, Kecamatan Kuta, dan Kabupaten Badung. Uluwatu dan Pecatu adalah kawan perbukitan bertanah kapur yang kurang subur untuk pertanian dan perkebunan. Kawasan Pecatu dan Uluwatu adalah kawasan semak belukar yang banyak ditumbuhi tanaman-tanaman yang tidak memerlukan banyak air seperti pohon bekul, mangga, pohon gamal dan juga perkebunan musiman seperti jagung, ketela pohon dan ketela rambat. Dahulu sebelum pariwisata mengalami booming, pasokan air hanya mengandalkan dari air hujan yang ditampung pada bak-bak besar di tiap rumah.

Kawasan Uluwatu dengan Pura Luhur Uluwatu berdiri di atas tebing sempit terjal yang menjorok ke lautan Indonesia pada ketinggian 97 meter diatas permukaan laut. Pura ini merupakan satu dari 9 Pura Sad Kahyangan yang merupakan penyangga dari 9 arah mata angin pada sisi barat daya. Didirikan pada abad ke 11 oleh seorang pendeta Hindu yang berasal dari Kediri Jawa bernama Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyang Dwijendra. Seperti halnya pura-pura besar di Bali yang lain pada halaman terdapat hutan semak-semak kecil yang banyak dihuni oleh ratusan monyet. Diharapkan bagi semua pengunjung ke Pura Uluwatu untuk tidak menggunakan kacamata, kalung, hiasan rambut. Karena sewaktu-waktu monyet-monyet yang berada di kawasan Pura Luhur Uluwatu akan mengambil dan melarikannya.

Pura Luhur Uluwatu dengan lokasinya yang indah adalah daya tarik wisata yang harus dikunjungi. Menyaksikan deburan ombak dikejauhan, keindahan pura dengan latar lautan yang membiru, dan tingkah laku monyet yang lucu. Akan lebih bagus lagi jika mengunjungi Pura Luhur Uluwatu pada saat matahari terbenam. Pemandangan sunset di tempat ini sangat istimewa dengan siluet pura Uluwatu yang berdiri diatas tebing tinggi. Dan bagi anda yang tertarik dengan tarian traditional, tak jauh dari halaman pura terdapat sebuah stage yang mementaskan Tari Kecak setiap hari. Tari Kecak adalah tarian sacral, traditional yang melibatkan puluhan penari dengan busana khas Bali tanpa baju, tanpa iringan musik. Ceritanya diambil dari kisah terkenal Ramayana.

Garuda Wisnu Kencana atau sering disingkat GWK adalah komplek taman rekreasi yang berlokasi di Bukit Jimbaran, kira-kira 30 menit dari pantai Kuta. Dibangun diatas bukit kapur yang gersang hanya ditumbuhi pohon semak belukar dan padang rumput yang hanya tumbuh saat musim hujan. Namun semenjak proyek GWK dibangun, kawasan perbukitan ini disulaap menjadi sebuah taman hiburang yang asri, setting spectakuler dikelilingi oleh blok-blok batu kapur yang tinggi, anak tangga yang menjulang tinggi menuntun anda ke sebuah patung Dewa Wisnu yang besar, bahkan diklaim paling besar di dunia. Direncakan patung terbesar ini mencapai tinggi 75 meter dengan lebar 65 meter. Sebuah mahakarya dari senimal asal Bali yang bernama I Nyoman Nuarta. Pembuatan patung ini masih dalam tahap pembangunan. Saat ini yang baru selesai adalah patung Dewa Wisnu dan kepala Burung Garudanya.

Memasuki gerbang Garuda Wisnu Kencana yang bersih dan tertata indah memberikan kesan taman ini sebuah tempat rekreasi yang nyaman sekaligus membuat kagum. Halaman parkir yang sangat luas disela-sela padang rumput yang menghijau membuat suasana hati menjadi sejuk. Melepas pemandangan ke arah utara, anda bisa menyaksikan keindahan teluk Jimbaran dengan pemandangan lapangan udara Ngurah Rai. Sementara di timur dan tenggara GWK adalah pemandangan daerah Nusa Dua dan Tanjung Benoa dengan pemandangan lautnya.

Selain menikmati kemegahan Patung Garuda Wisnu, aktivitas lain juga bisa anda nikmati. Restaurant Jendela Bali yang luas sangat cocok untuk melepas lelah dan besantai sambil menikmati pemandangan. Ada juga pertunjukan Kecak dance kontemporer di ampi teater di area taman, Penyewaan Kendaraan ATV atau Boogie, Flying Fox, serta fasilitas toko souvenier, ice cream, dan soft drink. Garuda Wisnu Kencana nantinya akan menjadi pusat hiburan yang menampung seniman lokal dan international, pusat perbelanjaan, dan juga menyediakan fasilitas penginapan.

3. TABANAN

3.1 Bedugul
Pilihan lain untuk menikmati pegunungan Bali adalah Bedugul, sekitar 1,5 jam dari Denpasar. Bedugul ini kawasan berhawa dingin dengan pesona danau dan kebun raya.

Ada tiga danau di kawasan ini, yaitu Beratan, Buyan, dan Tamblingan. Namun, danau yang paling banyak dikunjungi adalah Danau Buyan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Di danau ini pengunjung bisa naik jukung atau speedboat melihat Pura Ulun danu dari tengah danau.

Tarif naik jukung dan speedboat kira-kira Rp 50.000. Kalau masuk kebun raya Rp 7.000 per orang.

Pilihan lain ketika di Bedugul adalah ke kebun raya. Kebun seluas ribuan hektar ini bagus untuk bersantai bersama pasangan atau keluarga.

Nah, sebagai penutup jalan-jalan pertama kali ke Bali ini, belanja oleh-oleh bisa jadi pilihan tepat. Saat ini sih banyak bermunculan tempat oleh-oleh baru, seperti Krisna, Erlangga, dan seterusnya. Tapi, atas nama ekonomi kerskyatan, pilihlah pasar ubtuk belanja oleh-oleh. Misalnya di Pasar Kumbasari atau Sukawati.

3.2 Danau Tamblingan

3.3 Danau Beratan

3.4 Danau Buyan

3.5 Pura Ulun Danu

3.6 Tanah Lot

ura Tanah Lot dapat ditempuh 45 menit perjalanan dari Kuta adalah sebuah tempat yang harus anda kunjungi jika berlibur ke Bali. Keindangan pura dengan lokasi yang unik dan pemandangan sunset yang adalah daya tarik bagi setiap wisatawan untuk mengabadikan pengalaman dalam sebuah photo. Pura Tanah Lot barangkali tempat yang sangat photogenic dan obyek yang tak pernah terlewati bagi photographer dari seluruh dunia. Dan hampir semua promosi pariwisata yang dibuat akan menampilkan keindahan Pura ini dengan latar belakang sunset.

Pura ini dibangun pada abad ke 15 oleh seorang pendeta Hindu dari Jawa yang bernama Dang Hyang Nirartha atau Dang Hyatt Dwijendra saat mengadakan perjalanan suci ke Pulau Bali dalam rangka memperkokoh keimanan penduduk Bali akan agama yang mereka anut. Ada legenda yang diceritakan turun-menurun bagaimana Pura Tanah Lot ini dibangun oleh Dang Hyang Nirartha. Berdasarkan sejarah Pura ini dibangun sebagai tempat pemujaan penguasa lautan karena mayoritas penduduk di Tanah Lot dulunya adalah nelayan. Para nelayan selalu minta perlindungan dan anugrah sebelum berangkat mencari ikan. Dan sekarang ini Pura Tanah Lot adalah satu satu pura Kahyangan Jagat yang disungsung (dipuja) oleh seluruh umat yang beragama Hindu di Bali.

Memasuki areal Pura Tanah Lot, ada parkir kendaraan bermotor yang cukup luas. Anda harus membeli tiket masuk terlebih dahulu dengan harga Rp. 7.500 per orang. Dari areal parkir ke area pura anda akan jumpai banyak toko-toko yang menawarkan pakaian, kalung, bingkai, tatoo, minuman dan aneka souvenier khas Bali lainnya. Masuk ke dalam area pura tidak diijinkan kecuali untuk persembahyangan. Anda bisa menyaksikan keindahan pura ini dari pinggi pantai. Pergilah ke tempat yang agak tinggi di sebelah timur pura. Disalah satu sudut ini anda bisa menyaksikan keindahan Pura Tanah Lot pada saat sunset. Pada saat air laut surut, anda juga bisa mendekat ke dasar pura untuk meminta tirta (air suci) untuk keselamatan anda. Atau sekedar melihat ular laut yang dipercaya sebagai hewan penjaga pura dari orang-orang yang bermaksud jahat masuk ke pura (dengan sedikit biaya untuk sumbangan).

3.7 Bedugul

3.8 Persawahan Jatiluwih

4. GIANYAR

4.1 Ubud

4.2 Bukit Campuhan

4.3 Gunung Kawi

4.4 Pantai Saba

4.5 Monkey Forest

4.6 Persawahan Tegallalang

4.7 Jembatan Campuhan

4.8 Museum Blanco

4.9 Pasar Sukawati
Pasar di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar ini menjual aneka oleh-oleh khas Bali, seperti sarung pantai, lukisan, kaos, baju, dan seterusnya. Pasar ini berjarak sekitar 20 km timur Denpasar. Perlu waktu 30-45 menit ke pasar ini dari Denpasar.

Belanja di pasar ini unik karena bisa melihat langsung bagaimana pengrajin Bali membuat suvenir tersebut. Pilihan barangnya juga jauh lebih banyak dibanding di pusat oleh-oleh semacam Erlangga dan Krisna. Keuntungan lain belanja di Pasar Sukawati adalah harga yang lebih murah. Itu dengan catatan kita bisa menawar harga yang diberikan penjual.

Karena itu, belanja di Pasar Sukawati harus bersni menawar. Tips gampang untuk belanja di Sukawati adalah tawarlah sekitar setengah dari harga yang diberikan. Asal bisa merayu dan pintar bernegosiasi, pasti berhasil.

4.10 Tirta Empul

Tirta Empul berarti air yang keluar dari dalam tanah, yaitu mata air yang disucikan oleh umat Hindu Bali sebagai tempat “Melukat” membersihkan badan/raga dan jiwa dengan berendam di sebuah kolam. Sebagai mata air yang disucikan, air yang keluar dari Tirta Empul berfungsi sebagai pembersihan dengan segala sebutannya, menghilangkan kotoran badan, kotoran pikiran, kotoran dari racum dan salah satunya sebagai penglengkap saat diadakan Upacara Pitra Yadnya seperti Ngaben. Kepercayaan masyarakan ini, erat kaitannya dengan cerita rakyat yang menyebutkan bahwa air yang keluar dari mata air di Tirta Empul diberkati oleh Dewa Indra sebagai obat. Tirta Empul berlokasi 30 menit dari pusat kota Ubud menuju arah Kintamani.

Dari sisi sejarah, Pemandian Tirta Empul dibangun pada abad ke-10 oleh Raja Warmadewa seorang raja yang berkuasa pada zaman keemasan Bali. Seorang raja yang banyak mengupayakan pembangunan fisih dan juga spiritual masyarakat Bali. Sedangkan Pura Tirta Empul sendiri dibangun oleh penerus tahta Raja Mesula-Mesuli pada abad ke-12.

Seperti pura-pura besar lainnya di Bali, Puri Tirta Empul mempunyai 3 halaman pura, luar, tengah dan utama yang mempunyai fungsi masing-masing. Kesan adem, unik, setting yang indah terpancar dari Pura Tirta Empul. Setelah melewati areal parkir, anda menjumpai pohon-pohon yang rindah dengan taman yang tertata rapi. Ada pohon beringin yang cukup besar. Memasuki halaman tengah pura, terdapat balai wantilan/hall yang cukup besar berfungsi banyak hal dalam rangka terselengaranya upacara di pura. Disebelah kiri ada kolam ikan mas Koki yang cukup besar, fasilitas toilet dan juga loker pada sisi kanan balai wantilan. Lebih ke dalam lagi, sebuah kolam permandian yang cukup besar dibagi menjadi 2 bagian kiri dan kanan. Kolam mandi ini mempunyai banyak pancuran air yang masing-masing mempunyai fungsi air/Tirta yang berbeda-beda. Masyarakat umum diperbolehkan mandi/membersihkan diri secara spiritual di kolam ini dengan catatan tidak sedang mens, atau cuntaka/kesebelan (secara adat tidak diperbolehkan). Air kolam cukup dingin walaupun anda mandi di siang hari. Sabun dan shampoo tidak diperbolehkan dipakai di kolam ini.

Pada halaman utama pura Tirta Empul, terdapat beberapa bangunan Pura yang dimanipestasikan kepada masing-masing kekuatan Tuhan yang disembah. Terdapat juga Kolam besar dengan mata air yang sangat disucikan. Tidak diperkenankan untuk mandi di kolam ini. Sementara di sebuah bukit yang berada di sebelah kiri Pura terdapat bekas Istana Presiden I Indonesia, Presiden Soekarno. Jauh diatas pada sisi timur dan utara Pura Tirta Empul adalah kawasan yang sangat hijau dengan pemandangan yang indah.

5. KARANGASEM

5.1 Tirta Gangga

5.2 Taman Ujung Sukasada

5.3 Candidasa

6. KLUNGKUNG

6.1 Bendungan Sungai Unda

6.2 Museum Kerta Gosa

6.3 Ilalang Bukit Buluh

7. BANGLI

7.1 Kintamani
Pesona utama Kintamani adalah danau dan gunung Batur. Dari lokasi bernama Penelokan, Kintamani, turis bisa menikmati dua pesona ini dalam satu bingkai.

Lokasi ini berjarak sekitar 60 km dari Denpasar. Perjalanan sekitar satu jam ke arah timur laut. Jalanannya agak mendaki dan berliku melewati Ubud atau Tampaksiring, Gianyar.

Kalau hanya sampai di Penelokan, tak banyak yang bisa dilakukan. Paling hanya foto-foto dengan latar belakang danau dan gunung. Pengunjung biasanya duduk atau mondar-mandir saja di sini.

Jika ingin menikmati sisi lain Kintamani, ada dua lokasi lain, yaitu Museum Gunung Berapi dan mandi air hangat di Toyabungkah. Museum Gunung Berapi bagus untuk bekajar tentang gunung berapi tak hanya di Bali tapi juga Indonesia bahkan di dunia.

7.2 Danau Batur

8. SINGARAJA



Pura Candi Kuning

Bali Camel Safari

Tukad Unda

Lovina

Pantai Tegal Wangi

Mangrove

Amanda Chapel

Ayana Resort

Baca Juga Artikel Lainnya  Tentang Pariwisata Indonesia :

  1. Wisata Pulau Komodo
  2. Wisata di Lombok
  3. Kuliner Indonesia vs Kuliner Dunia
  4. Panorama Sumatra Barat
  5. Pariwisata Sumatra Utara

Baca juga artikel lainnya tentang Bali :

  1. Sepenggal Catatan Tentang Liburan di Bali
  2. Studi Tentang Kelistrikan Bali
  3. Penyebab dan Langkah Pencegahan Banjir di Bali
  4. Inkubator Wirausaha di Bali
  5. Sekilas Tentang Geothermal Bali
  6. Permasalahan Yang Perlu Menjadi Perhatian Publik Bali

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE atau SUKA,KOMENTARI & BAGIKAN halaman facebook berikut -> Catatan Fendy Sutrisna


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s