Publik Harus Beri Perhatian Serius untuk Masalah Kelistrikan Bali


Publik Harus Beri Perhatian Serius untuk Masalah Kelistrikan Bali

Kadek Fendy Sutrisna

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Perubahan kebudayaan atau globalisasi yang menimpa Bali saat ini adalah sebuah proses dari konsekuensi yang panjang dan kompleks dari sebuah perindustrian pariwisata Indonesia. Di satu sisi kepariwisataan Bali mempunyai peranan yang penting dalam meningkatkan lapangan pekerjaan, meningkatkan kemakmuran masyarakat, dan memberikan kontribusi yang besar untuk devisa negara, di sisi yang beriringan terdapat tantangan yang besar dalam melestarikan nilai-nilai luhur budaya dan Agama Hindu yang ada di Bali.

BALI SEDANG MENGHADAPI KRISIS LISTRIK

Di saat menghadapi kerasnya pengaruh globalisasi, ada permasalahan baru yang timbul di Bali dalam memenuhi kebutuhan energi listriknya. Sampai saat ini Bali masih bergantung dengan jaringan listrik dari luar. Karenanya apabila terjadi gangguan dengan koneksi jaringan listrik Jawa-Bali, dapat dipastikan Bali akan mengalami pemadaman listrik untuk jangka waktu yang lama, dan tentu saja ini akan mengganggu industri pariwisata yang akan berpengaruh ke segala bidang.

Permasalahan energi listrik di Bali tidak hanya disitu saja, rata-rata pertumbuhan konsumsi listrik Indonesia khususnya di Bali bertahan pada angka 2,1-2,3%. Dengan keadaan yang seperti ini, diperkirakan kebutuhan listrik di Bali akan terus bertambah hingga diperkirakan mencapai tiga kali lipat pada tahun 2030.

UPAYA PEMERINTAH DALAM MENDESAIN KELISTRIKAN DI BALI

Masalah krisis listrik di Bali telah menjadi perhatian serius PLN mewakili pemerintah dengan alasan Bali merupakan daerah di Indonesia yang menjadi perhatian besar dari seluruh negara di dunia. Apabila Bali mengalami gangguan kelistrikan, maka secara tidak langsung ini akan menjadi tamparan yang serius buat Indonesia di mata dunia.

Dengan fakta tersebut, pemerintah telah melakukan upaya-upaya jangka pendek dan jangka panjang. Upaya jangka pendeknya adalah seperti melakukan perbaikan pembangkit-pembangkit listrik swasta yang rusak, dan menyewa pembangkit ini untuk memenuhi kebutuhan listrik Bali untuk 1-2 tahun ke depan.

Adapun upaya-upaya jangka panjangnya adalah seperti berencana membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi di Bedugul atau membangun dua buah saluran listrik bawah laut yang masing-masing sebesar 200 MW. Selain itu, PLN juga sedang berencana membuat tower listrik tertinggi di dunia, 376 meter, yang akan mengalirkan listrik dari Jawa ke Bali sebesar 3000 MW.

KONSEP PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK YANG BERKELANJUTAN

Disini penulis mencoba untuk menawarkan ke pemerintah dan masyarakat Bali sebuah konsep pembangunan kelanjutan untuk masa depan kelistrikan di Bali. Konsep pembangunan kelanjutan disini adalah bagaimana agar solusi ke depan untuk mengatasi krisis kelistrikan di Bali ini tidak mengorbankan atau memberikan efek negatif pada lingkungan dan budaya di Bali.

Konsep pembangunan berkelanjutan yang ditawarkan disini ditunjukan pada Gambar 1.  Pembangunan yang hanya memenuhi kriteria budaya lokal dan lingkungan saja pembangunan tersebut baru bisa dikatakan sekedar memberi “kenyamanan”, atau membuat fasilitas umum menjadi lebih praktis. Tapi pembangunan ini belum dikatakan berkelanjutan apabila tidak meninjau aspek sosial ekonomi kemasyarakatannya. Penulis berpendapat, saat ini pembangunan fasilitas umum seperti sistem kelistrikan dan lainnya di Bali hanya menguntungkan pihak luar Bali, sedangkan posisi krama Bali hanya kebagian posisi sebagai pelayan bukan sebagai pengendali arah pertumbuhan. Kesejahteraan orang Bali tidak mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya pembangunan. Pendekatan ekonomis disini cenderung mengabaikan pendekatan sustainable atau berkelanjutan, yang pada akhirnya membuat pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh orang luar Bali atau pihak asing yang berbisnis di Bali.

Sebagai contoh, dapat dilihat dari mega proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (Geothermal) yang pernah direncanakan akan di bangun di Bali. Meski proyek geothermal itu sangat bagus untuk ketersediaan pasokan listrik di Bali, tetapi proyek ini sangat boros lahan, beresiko merusak lingkungan, dan terlebih lagi pembangkit ini direncanakan di  bangun diatas hutan yang merupakan tempat wisata terindah di Bali yang dalam artian luas proyek ini cenderung menghilangkan lapangan pekerjaan untuk orang Bali.

Suatu pembangunan yang peduli terhadap keberlangsungan sosial ekonomi dan lingkungan saja juga bukan merupakan solusi dari pembangunan berkelanjutan. Disini diperlukan peran pemerintah dalam mengatur aliran investasi, membuat lapangan pekerjaan baru, dan meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat Bali. Apabila pemerintah tidak mengupayakan hal ini, tentu saja masyarakat Bali akan selalu menolak segala proyek yang diupayakan pemerintah. Pembangunan yang dilakukan pemerintah harus selalu sesuai dengan budaya Bali.

Budaya Bali tidak boleh dikorbankan dalam pembanguan infrastruktur kelistrikan ini. Dalam konsep pembangunan di segala bidang, masyarakat Bali memiliki konsep yang dinamakan Tri Hita Karana, yaitu sebuah konsep pembangunan lestari yang menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, dan hubungan manusia dengan segala kegiatan keagamaannya.

Pembangunan yang hanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa memperdulikan lingkungan juga bukan merupakan suatu solusi dari pembangunan berkelanjutan. Pembangkit listrik dan infrastruktur yang akan di bangun di Bali sebisa mungkin tidak membuat polusi atau merusak lingkungan. Perkembangan teknologi harus tetap bisa menjaga lingkungan agar bisa dinikmati oleh generasi berikutnya. Banyak negara maju, seperti negara-negara di Eropa, Amerika, dan Jepang merasa iri dengan kehidupan di Bali. Unsur-unsur inilah yang harus di jaga dalam setiap pembangunan yang dilakukan di Indonesia.

Gambar 1. Konsep Pembangunan Berkelanjutan

DESAIN SISTEM KELISTRIKAN MASA DEPAN BALI

Beberapa desain yang ditawarkan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di bidang energi adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan efisiensi produksi pembangkit listrik berbahan bakar migas 

Efisiensi semaksimal mungkin perlu diterapkan pada pembangkitan energi listrik berbahan bakar migas. Pada pembangkit listrik konvensional tenaga uap, kecacatan pada desain dan operasi boiler dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 30%, sehingga efisiensi menjadi rendah. Peningkatan efisiensi dapat dilakukan dengan realisasi pembangkit sesempurna mungkin sesuai desain, perawatan yang berkala, operasi pada kapasitas nominal, penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan desain, peningkatan proporsicombined-cycle plants (CCP) atau PLTGU, penggunaan teknologi tinggi untuk peningkatan efisiensi, seperti regenerator, reheater, dan juga lainnya.

Terdapat versi yang menjanjikan dari PLTGU teknologi baru. Pembangkit ini disebut dengan CCP-SIGT (Steam Injected Gas Turbine), dimana uap diinjeksikan ke dalam ruang pembakaran, dan tidak lagi menggunakan turbin uap. Proses ini telah dipatenkan sebagai siklus Cheng. Efisiensi siklus ini mencapai 55%, bandingkan dengan efisiensi sistem PLTG konvensional yang sekitar 40%.

2. Strategi pendistribusian energi listrik

Meningkatkan kehandalan sistem tenaga listrik interkoneksi Jawa-Bali dan membuat sistem yang terdistribusi ke dalam untuk meningkatkan kehandalan tersebut. Upaya pemerintah dalam membangun saluran listrik bawah laut adalah salah satu upaya yang bijak dalam meningkatkan kehandalan listrik di Bali. Menjadikan Bali sebagai pusat jaringan interkoneksi antara Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Irian Jaya adalah keputusan yang bijaksana daripada membangun pembangkit listrik berkapasitas besar di pulau kecil berpenduduk banyak seperti Bali.

3. Pengembangan dan penggunaan sumber energi terbarukan

Kekurangan dari strategi interkoneksi adalah pusat pembangkitan yang terletak jauh dari pusat beban tentunya akan membuat biaya distribusi menjadi membengkak. Oleh karena itu, sistem tenaga yang terdistribusi juga harus diaplikasikan untuk mengurangi pendistribusian energi listrik dari luar Bali. Tentunya, pembangkit yang terdistribusi ini sangat dianjurkan menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan dan terbarukan sesuai potensi daerah tersebut. Ada banyak potensi energi lokal yang dapat dimanfaatkan di Bali, seperti energi angin, matahari, tenaga air, ombak, tenaga panas bumi, biomassa, dan lain-lain.

Pembangkit listrik energi tenaga angin dapat ditempatkan di daerah dekat permukaan pantai ditengah laut. Energi matahari dimanfaatkan untuk seluruh perumahan penduduk dan fasilitas umum. Konsep pembangunan atap rumah di Bali sangat mendukung dalam perkembangan penggunaan pembangkit listrik tenaga matahari untuk konsep kelistrikan perumahan.

Gambar 2. Wind Farm di daerah pinggir pantai

Gambar 3.  Aplikasi PLTS sebagai pembangkit listrik perumahan

Dengan mendesain secara matang pembangkit geothermal di Bali agar tidak mengganggu lingkungan sekitar, penyuluhan kepada masyarakat sekitar bisa menjadi pilihan alternatif untuk mengkaji ulang proyek yang sebelumnya pernah direncanakan.

Pengolahan limbah sampah dan kotoran sapi di Bali dapat di efektifkan untuk dimanfaatkan juga sebagai pengembangan pembangkit listrik berbahan bakar biomassa.

Pembangkit listrik tenaga air juga dapat digunakan sebagai media penyimpan energi selain batere untuk mengatasi ketidakstabilan ketersedian listrik dari energi terbarukan. Energi listrik yang dihasilkan dari tenaga matahari dan angin, disalurkan untuk mengalirkan air ke tempat penampungan yang lebih tinggi pada saat beban listrik berada pada titik tertinggi di malam hari, pengguna dapat menghasilkan listrik kembali dengan mengalirkan air dari tempat penampungan dan memutar turbin air dengan kecepatan yang konstan. Tentunya kecepatan tersebut merupakan kecepatan rata-rata dari kecepatan air mengalir ke tempat penampungan, sehingga air tidak pernah habis di tempat penampungan.

Gambar 4. Konsep PLTA sistem pompa dan pembangkit listrik (Storage Pump)

KESIMPULAN

Bali adalah pusat dari perhatian dunia. Bali juga merupakan salah satu sumber devisa terbesar untuk Indonesia. Saat ini masyarakat Bali merasa kebijakan-kebijakan pembangunan ekonomi yang dirancang pemerintah cenderung kurang menguntungkan masyarakat Bali. Disatu sisi, Bali sedang menghadapi krisis energi listrik yang harus segera di atasi agar tidak menjadi masalah kedepannya.

Apabila pemerintah tidak memberikan penyuluhan kepada masyarakat Bali, memberikan perhatian yang besar dan konsep yang jelas tentang pembangunan fasilitas untuk mengatasi krisis listrik di Bali, proyek infrastruktur selanjutnya seperti pembangunan tower listrik setinggi 376 meter ini berpeluang juga mengalami penolakan lagi seperti halnya proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Bedugul.

Beberapa langkah dan solusi untuk menghasilkan energi yang berkelanjutan telah dipaparkan pada artikel ini. Peran pemerintah disini dapat dilakukan juga dengan cara mendorong penggunaan dan investasi pembangkit listrik energi terbarukan seperti sel surya untuk pembangkit listrik perumahan. Tentu saja tantangan besar ini hanya akan dapat terwujud apabila masyarakat juga mau memberikan dukungan 100% pada pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan dan pengembangan pembangkit listrik di Bali.

Baca juga artikel lainnya tentang Bali :

  1. Sepenggal Catatan Tentang Liburan di Bali
  2. Studi Tentang Kelistrikan Bali
  3. Penyebab dan Langkah Pencegahan Banjir di Bali
  4. Inkubator Wirausaha di Bali
  5. Sekilas Tentang Geothermal Bali
  6. Permasalahan Yang Perlu Menjadi Perhatian Publik Bali

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE atau SUKA,KOMENTARI & BAGIKAN halaman facebook berikut -> Catatan Fendy Sutrisna

Menerima jasa Konsultasi Studi Kelayakan (Feasibility Study, FS) untuk proyek Pembangkit Listrik, konsultansi meliputi pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik, studi perhitungan daya dan energi listrik, studi sistem kelistrikan, membuat estimasi biaya pembangunan pembangkit listrik mencakup analisis harga satuan pekerjaan sipil, peralatan elektrikal-mekanik, peralatan jaringan transmisi-distribusi-instalasi rumah, pajak serta biaya pengembangan; memperkirakan komponen biaya operasional (fixed & variable O&M Cost); menghitung harga tarif yang tepat, analisa finansial, dan mematangkan segala langkah pembangunan dan operasional proyek pembangunan pembangkit listrik.
WA/Line : 0813378-01378,
Email : ir.fendysutrisna@gmail.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s