Selayang Pandang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


Selayang Pandang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

– Seri PLTN 1 –

Kadek Fendy Sutrisna

19 September 2011

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Dunia, termasuk Indonesia di dalamnya, saat ini sedang berada dipersimpangan jalan dalam menentukan kebijakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, PLTN. Seperti yang ditunjukan oleh gambar 1 dibawah ini, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga nuklir secara komersil dimulai sejak tahun 1954. PLTN yang pertama dibangun terdapat di Rusia, kemudian pada tahun 1956 dilanjutkan di Inggris dengan membangun PLTN tipe reaktor pendingin gas (GCR) yang berdaya 100 MWe.

(Persebaran PLTN di Dunia saat ini  dibahas secara detail pada tulisan sebelumnya : PLTN di dunia)

Pada tulisan kali ini penulis mencoba untuk memaparkan PLTN dan perbedaannya dengan pembangkit listrik thermal lainnya, berbahan bakar batubara ataupun migas.

Gambar 1 Pertumbuhan energi nuklir global

(Gambar di ambil dari Blog Konversi ITB)

 

DEFINI PLTN

Secara umum, prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) hampir sama dengan pembangkit listrik tenaga thermal lainnya yang menggunakan bahan bakar batubara, gas alam, dan minyak bumi. Perbedaan utamanya terletak pada energi panas yang dihasilkan PLTN berasal dari reaksi pembelahan inti Uranium, bukan dari proses pembakaran bahan bakar.

 

Proses konversi energi : Seperti halnya PLTU berbahan bakar lainnya, PLTN menggunakan prinsip siklus rankine dan berlangsung melalui 3 tahapan. Pertama adalah proses reaksi fisi berantai inti Uranium yang akan menghasilkan energi panas. Kedua, energi panas yang dihasilkan dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi ini akan diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran (pada turbin). Ketiga, energi mekanik diubah menjadi energi listrik (pada generator).

 

Peralatan utama yang digunakan di PLTN meliputi:

  1. Bahan Bakar Uranium, menghasilkan energi panas dari reaksi fisi inti
  2. Reaktor, boiler-nya PLTN, mengubah air menjadi uap kering dengan reaksi fisi berantai
  3. Moderator dan Pendingin, biasanya beruba air, memperlambat neutron dan menyalurkan panas
  4. Turbin, memutar generator
  5. Generator, menghasilkan listrik dari energi putar
  6. Kondenser, mengubah uap basah kembali menjadi air

Kombinasi dari 3 poin teratas menghasilkan variasi dari desain PLTN yang ada saat ini. Dewasa ini ada 3 jenis PLTN yang dibangun secara komersial, yaitu BWR, PWR, dan PHWR.  

 

Sistem penunjang yang digunakan untuk memastikan keberlangsungan operasi PLTN diantaranya:

  1. Batang Kendali, batang Boron, menyerap neutron dan mengatur reaksi fisi
  2. Sistem Penggerak Batang Kendali, menggerakan naik-turunnya batang kendali
  3. Pompa Sirkulasi Pendingin, mensirkulasikan air di dalam reaktor agar menerima panas secara merata
  4. Bejana Pengukung, perisai beton, menjamin radioaktif tidak terlepas ke lingkungan sekitar
  5. Sistem Pendingin Teras Darurat, sistem pendingin saat terjadi kecelakaan atau kondisi darurat
  6. Sistem Pemindah Panas Sisa, sistem pendingin reaktor pasca beroperasi 
Control Rods and Control Rod Drive
Gambar 2 Batang Kendali dan Sistem Penggeraknya
(gambar diambil dari web-nya Toshiba)  
Gambar 3 Pompa Sirkulasi Pendingin (kiri) BWR, (kanan) Pompa Internal-nya ABWR  
Gambar 4 Bejana Pengukung (kiri) BWR dan (kanan) ABWR

 

(Nantikan edisi selanjutnya untuk pembahasan yang lebih mendalam)

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

 

Menerima jasa Konsultasi Studi Kelayakan (Feasibility Study, FS) untuk proyek Pembangkit Listrik, konsultansi meliputi pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik, studi perhitungan daya dan energi listrik, studi sistem kelistrikan, membuat estimasi biaya pembangunan pembangkit listrik mencakup analisis harga satuan pekerjaan sipil, peralatan elektrikal-mekanik, peralatan jaringan transmisi-distribusi-instalasi rumah, pajak serta biaya pengembangan; memperkirakan komponen biaya operasional (fixed & variable O&M Cost); menghitung harga tarif yang tepat, analisa finansial, dan mematangkan segala langkah pembangunan dan operasional proyek pembangunan pembangkit listrik.
WA/Line : 0813378-01378,
Email : ir.fendysutrisna@gmail.com

Artikel menarik lainnya tentang nuklir di kategori tenaga nuklir:

One thought on “Selayang Pandang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

  1. Pingback: PLTN di Dunia « Indone5ia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s