Sepenggal Catatan Tentang Liburan di Bali


Sepenggal Catatan Tentang Liburan di Bali

Kadek Fendy Sutrisna

30 Januari 2012

Tidak terasa sudah hampir 3 bulan (11 Oktober 2011 – 30 Januari 2012) saya menikmati liburan di Bali setelah menyelesaikan kuliah S2 saya di Jepang. Wow bahagianya, sepertinya ini cukup untuk dijadikan bekal sebelum berjuang lagi ke Jepang untuk persiapan memulai bekerja, atau memasuki masa dimana akan punya tenaga, punya banyak uang, tapi susah untuk punya waktu.ūüėÄ Sekedar informasi bahwa saya adalah putra daerah asli Bali, tapi jujur saja, saya sangat jarang bisa menikmati liburan selama ini layaknya turis mengingat sejak lulus SMU saya sudah merantau keluar Bali berkuliah di ITB, Bandung.

Pada saat saya jaman SMU, rata-rata teman saya yang orang Bali juga sangat jarang yang bisa ikut menikmati kemajuan industri pariwisata daerahnya, apalagi bertamasya keluar Bali? Jarang yaa sepertinya. Sepertinya miris memang tapi tidak menyedihkan juga karena  kita tinggal di tempat wisata yang ramai dikunjungin orang-orang dari segala penjuru dan bisa dengan bebas menikmati kehangatan tradisi nenek moyang sendiri.

Enaknya tinggal di Bali itu adalah kita akan banyak sekali dikunjungin kerabat setiap tahunnya, karena alasan perjalanan dinas, seminar, menang kuis, bulan madu, atau menikmati liburan bareng keluarga, dll. Sayangnya gk enaknya tinggal di Bali itu adalah harga untuk setiap wahana pariwisata di Bali sangat tidak terjangkau. Biaya hidupnya juga mahal mengikuti biaya hidup negara maju lainnya tapi pendapatan perkapita Bali tidak lebih tinggi dari pendapatan orang-orang di daerah Jawa apalagi Jakarta. Disamping itu keluarga di Bali biasanya di-sibukkan dengan persiapan upacara agama/adat yang lumayan menghabiskan uang cukup banyak. Apalagi setelah paska Bom BALI, tambah menderitalah nasib orang-orang di Bali karena setiap sumber pemasukan bulanan mulai berkurang secara drastis.

Gambar 1 Kunjungan dari teman-teman di Jepang dan Adik-adik Penari dari Besakih

Walaupun kondisi ketidakadilan tersebut masih juga dirasakan hingga seknarang, tapi saya bersyukur karena masih bisa menikmati masa punya cukup waktu, punya cukup energi, dan punya cukup uang untuk menikmati wisata di Bali. Oleh karena itu saya ingin berbagi saat-saat saya menikmati liburan di tempat-tempat wisata di Bali melalui tulisan ini. Selamat menikmati yaa. Semoga bisa menjadi referensi untuk wisata murah tapi kualitas kelas atas di Bali.

SEMINGGU PERTAMA DI BALI : GRAMEDIA DAN TEMPAT HIBURAN MALAM

Dua tempat yang sama sekali tidak berhubungan memang, tapi misi saya saat itu adalah mencari informasi sebanyak-banyak tentang pariwisata Bali di Gramedia dan misi yang kedua adalah mengunjungi semua tempat yang tidak bisa tapi sangat saya ingin kunjungin saat SMU, yaitu tempat hiburan malam.

Buat yang bingung kalau malam-malam enaknya ngapain di Bali, jawabannya adalah pergi ke daerah Legian atau Pantai Kuta sambil menikmati hiburan malam disana. Jangan takut, Bali relatif aman dari kejahatan. Saya lihat masih banyak ada ibu-ibu paruh baya orang Indonesia yang berkeliaran jam 11 malam di daerah tersebut. Tempat hiburan malam/diskotik yang terkenal di Bali adalah Sky Garden, Blue Eyes, atau Boshe mungkin. Tapi yang menjadi rekomendasi saya cuma Sky Garden, karena tempatnya luas, atapnya terbuka jadi tidak sumpek dengan asap rokok. Oiya clubing di Bali bebas, boleh hanya memakai celana pendek dan sandal. Biayanya juga murah hanya Rp. 50.000,- sudah termasuk 2 beer. Boshe lebih cocok dipake tempat konser band-band musik. Oiya jangan lupa juga untuk foto-foto di depat Hard Rock Cafe di depan pantai kuta.

WISATA KULINER DI BALI

Ada banyak wisata kuliner disini yang spesial dan hanya bisa dinikmati di Bali. Tapi harus hati-hati karena banyak kuliner di Bali yang tidak halal atau mengandung BABI. Berikut ini saya rekomendasikan tempat-tempat kuliner yang telah saya kunjungi selama 3 bulan ini dengan menuliskan secara miring apabila menu di tempat tersebut mengandung babi.

Awal-awal saya di Bali, saya sering menikmati kuliner di daerah Ubud. Ada Pundi-Pundi, Noris, The Kakiang Bakery, Bebek Bengil, Warung Nasi kedewatan, restoran Jepang Ryoshi, dll. Ada banyak sekali tempat kuliner di Ubud tapi hanya segini saja yang bisa cicipi selama 3 bulan. Silahkan lihat untuk lebih detailnya di blog ini -> Travel Bali.com

 Untuk kuliner tradisional, teman-teman bisa juga mencoba makan di pasar senggol Gianyar, di Pantai Lebih dengan satai lilit khas Bali-nya, Ayam Betutu Gilimanuk Dolar di deket Bandara Ngurah Rai, Pesinggahan dekat dengan pelabuhan Padang-Bai, Babi Guling Bu Oka; di Nusa Dua; atau di Jln. Wr. Supratman, makanan murah meriah lainnya Siobak dan rujak Singaraja di dekat pertokoan Udayana. Oiya jangan lupa juga untuk mencoba nasi pedes khas Bali sebelum menikmati wisata malam di Bali.

WISATA KE MUSEUM DI BALI

Ada banyak museum di Bali yang dapat dikunjungin sebagai obyek wisata. Ada 19 museum di Bali yang terdaftar di Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Provinsi Bali. Dan diluar yang tercatat itu, masih ada 35 museum lagi yang belum tercatat. Selama di Bali saya menyempatkan diri mengunjungi museum Antonio Blanco, Museum Pasifika, Museum Topeng, Museum Rudana, Museum tertua di Ubud Puri Lukisan, Museum Marketing 3.0 yang baru saja berdiri, dll.

 WISATA PURA DI BALI

Wisata Pura memang tidak bisa lepas apabila kita berkunjung ke Bali. Bali sering disebut sebagai pulau seribu pulau, jadi bisa kalian bayangkan bahwa ada kira-kira seribu pura yang tersebar di Bali yang bisa kalian kunjungi selama berwisata di Bali. Sebagai bayangan apabila kalian hanya mempunyai sedikit waktu liburan, saya merekomendasikan untuk mengunjungi 6 Pura terbesar di Bali yang disebut sebagai Sad Kahyangan Jagat. Pura-pura tersebut semuanya unik. Konon katanya keenam pura ini dibuat pada saat Dang Hyang Niratha (Pedanda Shakti Wawu Rauh) atau yang lebih dikenal sebagai Dwijendra  melakukan pelarian politik ke wilayah Bali dan Lombok.

Adapun Pura Sad Kahyangan Jagad itu adalah sebagai berikut :

  1.     Pura Besakih di Kabupaten Karangasem.
  2.     Pura Lempuyang Luhur di Kabupaten Karangasem.
  3.     Pura Goa Lawah di Kabupaten Klungkung.
  4.     Pura Uluwatu di Kabupaten Badung.
  5.     Pura Batukaru di Kabupaten Tabanan.
  6.     Pura Pusering Jagat (Pura Puser Tasik) di Kabupaten Gianyar.

Selain pura-pura Sad Kahyangan tersebut di atas, masih banyak lagi pura-pura menarik lainnya di berbagai tempat di pulau Bali, seperti Pura Tanah Lot, Pura Tirta Empul, dll.

Pura Besakih adalah komplek pura utama di Pulau Bali, dan merupakan pusat kegiatan dari seluruh pura yang ada di Bali. Konon katanya leluhur orang Bali yang datang dari Jawa selalu memiliki pura leluhur disini. Atau dengan kata lain, orang asli Bali seperti masyarakat Trunyan, Masyarakat Desa Tenganan dll tidak memiliki pura leluhur disini.

Oiya di Pura Goa Lawah terdapat banyak kelelawar-kelelawar besar dan 2 ekor ular python yang sangat unik dan selalu disetia di pura tersebut walaupun terdapat aktivitas orang sembahyang di depan mereka.

Pura Lempuyang juga sangat unik karena kita mesti menyusuri 1960 anak tangga (coba hitung lagi, saya juga mendapatkan informasinya dari pedagang yang berjualan disana) untuk menggapainya. Pura ini tampak seperti istana awan. Ada juga monyet-monyet yang ada disekitar Pura yang membuat Pura Lempuyang menjadi sangat mempesona. Oiya konon katanya Dwijendra juga wafat dan mencapai moksa disini setelah dia selesai membangun Pura Lempuyang ini

WISATA KE KEBUN BINATANG DAN KEBUN RAYA DI BALI

Wisata alternatif saat liburan ke Bali mungkin bisa mencoba untuk mengunjungi kebun binatang dan kebun raya di Bali. Selama di Bali saya mengunjungi Zoo Park, Bali Safari and Marine Park, Reptile Park di Bedugul, berfoto bareng Ular Python – Iguana – Kelelawar Raksasa di Pura Ulun Danu Bedugul, atau bisa juga mencoba alas kedaton/sangeh untuk melihat kera-kera berkeliaran secara alami di Bali. Bali juga punya taman nasional dan kebun raya di Bedugul. Lumayan bisa menjadi tempat yang nyaman sambil menikmati indahnya danau beratan dan danau buyan. Oiya, di kebun raya ini juga terdapat buna langka raflessia yang terkenal itu loh.

Baca Juga Artikel Lainnya  Tentang Pariwisata Indonesia :

  1. Wisata Pulau Komodo
  2. Wisata di Lombok
  3. Kuliner Indonesia vs Kuliner Dunia
  4. Panorama Sumatra Barat
  5. Pariwisata Sumatra Utara

Baca juga artikel lainnya tentang Bali :

  1. Studi Tentang Kelistrikan Bali
  2. Penyebab dan Langkah Pencegahan Banjir di Bali
  3. Inkubator Wirausaha di Bali
  4. Sekilas Tentang Geothermal Bali
  5. Permasalahan Yang Perlu Menjadi Perhatian Publik BaliPohon Perindang Jalan, Burung Kokokan vs Tiang Listrik PLN di BaliHal-hal yang harus diperjuangkan publik Bali
  6. 5 Saran Untuk Perkembangan Industri Pariwisata Bali

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE atau SUKA,KOMENTARI & BAGIKAN halaman facebook berikut -> Catatan Fendy Sutrisna

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s