Kondisi Infrastruktur Kelistrikan Indonesia


Kondisi Infrastruktur Kelistrikan Indonesia

Kadek Fendy Sutrisna

23 Maret 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

RANGKUMAN RUPTL 2011-2020 

Dengan menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi sepuluh tahun mendatang rata-rata 6,9% per tahun dan bergerak dari realisasi kebutuhan tenaga listrik tahun 2010, proyeksi penjualan tenaga listrik pada tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 328,3 TWh, atau mengalami pertumbuhan rata-rata 8,47% selama 10 tahun mendatang. Beban puncak pada tahun 2020 diproyeksikan akan mencapai 55.053 MW. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik tersebut, diprogramkan pembangunan pembangkit listrik baru untuk periode 2011 – 2020 sebesar 54.647 MW, diantaranya yang akan dibangun oleh PLN sebesar 31.180 MW dan IPP sebesar 23.467 MW.

Sejalan dengan pengembangan pembangkit ini, diperlukan pengembangan transmisi sepanjang 49.263 kms, yang terdiri atas :

  1. 2.675 kms SUTET 500 kV AC
  2. 1.100 kms transmisi 500 kV HVDC,
  3. 462 kms transmisi 250 kV HVDC
  4. 5.360 kms transmisi 275 kV AC
  5. 36.176 kms SUTT 150 kV
  6. 3.490 kms SUTT 70 kV

Penambahan trafo yang diperlukan adalah sebesar 114.194 MVA yang terdiri atas :

  1. 59.736 MVA trafo 150/20 kV
  2. 3.355 MVA 70/20 kV 
  3. 33.490 MVA trafo interbus IBT 500/150 kV
  4. 10.680 MVA IBT 275/150 kV
  5. 333 MVA IBT 150/70 kV
  6. 3.000 MVA IBT 500/275 kV 

Untuk mengantisipasi pertumbuhan penjualan energi listrik untuk periode 2011-2020 diperlukan tambahan jaringan tegangan menengah 208.607 kms, tegangan rendah 225.404 kms dan kapasitas trafo distribusi 37.431 MVA.

PROYEK 10.000 MW PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK

Saat ini pemerintah sedang giat-giatnya melakukan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Indonesia. Untuk sekedar diketahui bahwa proyek pembangunan 10.000 MW pembangkit listrik berbahan bakar batubara (PLTU batubara) direncanakan akan selesai pada tahun 2012 ini. Kemudian diteruskan dengan percepatan proyek 10.000 MW untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP, Geothermal). Selain itu PLN juga ingin mempercepat penggunaan pembangkit listrik energi terbarukan, dan sedang merencanakan proyek percepatan pemabnguan 10.000 MW pembangkit listrik tahap ketiga, yang berencana membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Proyek pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW tahap 1 ini memakan waktu sekitar 10 tahun sampai seluruh pembangkit listrik tersebut dapat beroperasi. Tabel-tabel berikut menunjukkan perkembangan kapasitas dan komposisi masing-masing pembangkit listrik dari tahun ke tahun dan rencana pembangunannya ke depan.

Tabel 1 Perkembangan kapasitas masing-masing pembangkit listrik dari tahun ke tahun (2000-2009)

Tabel 2 Rencana peningkatan kapasitas masing-masing pembangkit sampai dengan tahun 2020

Gambar 1 Rencana perkembangan kapasitas pembangkit listrik di setiap wilayah di Indonesia 2011-2020

Artikel ini dibagi menjadi 2 bagian. Silahkan melanjutkan membaca bagian selanjutnya tentang gerakan sehari sejuta sambungan listrik PLN, Asean Power Grid, dan rasio elekrifikasi seluruh provinsi di Indonesia dalam hubungannya dengan tingkat perekonomian daerah masing-masing dengan meng-klik link pages-2 dibawah ikon like this…….

Selamat menikmati………...

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s