CONTOH PERHITUNGAN BIAYA POKOK PEMBANGKITAN LISTRIK (TAHUN PERTAMA OPERASI)


Contoh Perhitungan Biaya Pokok Pembangkitan Listrik (Tahun Pertama Operasi)

– PLTU 700 MW-

Kadek Fendy Sutrisna

21 Juni 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Menerima jasa Konsultasi Studi Kelayakan (Feasibility Study, FS) untuk proyek Pembangkit Listrik, konsultansi meliputi pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik, studi perhitungan daya dan energi listrik, studi sistem kelistrikan, membuat estimasi biaya pembangunan pembangkit listrik mencakup analisis harga satuan pekerjaan sipil, peralatan elektrikal-mekanik, peralatan jaringan transmisi-distribusi-instalasi rumah, pajak serta biaya pengembangan; memperkirakan komponen biaya operasional (fixed & variable O&M Cost); menghitung harga tarif yang tepat, analisa finansial, dan mematangkan segala langkah pembangunan dan operasional proyek pembangunan pembangkit listrik.
WA/Line : 0813378-01378,
Email : ir.fendysutrisna@gmail.com

 

 

PERHITUNGAN BIAYA POKOK PEMBANGKITAN LISTRIK (TAHUN PERTAMA OPERASI)

 

Kapasitas Pembangkit Listrik (kW)

700.000

Biaya Investasi Tanah Bangunan (Rupiah)

30.000.000.000.000

Net Capacity Factor (%)

70

Produksi Energi Listrik per Tahun (kWh)

4.292.000.000

Efisiensi Pembangkit Listrik (%)

38,4

Nilai Energi per Bahan Bakar (kcal/kg)/(kcal/liter)

 Batubara : 6750 kcal/kg              Minyak : 9780kcal/liter

Harga Bahan Bakar (Rupiah/ton) / (Rupiah/kilo-liter)

 Batubara : Rp. 910.800,-/ton       Minyak : Rp. 2.607.000,- /kilo-liter

Jumlah Bahan Bakar yang Diperlukan per 1 kWh (kg/kWh) / (l/kWh)

 Batubara : 0.33kg/kWh                Minyak : 0.23 liter/kWh

Jumlah Bahan Bakar yang Digunakan per Tahun (ton) / (kilo-liter)

 Batubara : 1.485.000 ton              Minyak : Rp. 49.100 kilo-liter 

Jenis-jenis Biaya

Biaya Tahunan (Rupiah)

Rp/kWh

Keterangan

Biaya Pokok Tahunan

4.878.720 .000.000.-

1136,7/kWh

 

 

  1. Suku Bunga Pinjaman
  2. Biaya Penyusutan Aset
  3. Pajak Bangunan Pembangkit
  4. Biaya Lainnya

 

 



  


 

                             

1.900.800.000.000,- (8 %)

2.534.400.000.000,- (6 %)

443.520.000.000,- (1,4 %)

Biaya Operasi Tahunan

872.630.000.000,-

203,5/kWh

 

 

 

  1. Gaji Tenaga Ahli
  2. Biaya Perawatan
  3. Biaya Lainnya

 

           

 

 

Rp. ******* x 140 orang

1,16%

0,98%  + biaya bahan baku

Biaya Terkait Lainnya

275.000.000.000,-

63,8/kWh

 

 

 

  1. Gaji Pegawai
  2. Pajak

 

 

 

Biaya Operasi Tahunan x 18,6%

(Gaji pegawai + Biaya bahan bakar) x 1,523%)

Biaya Bahan Bakar

1.480.600.000.000,-

345,4/kWh

 

Biaya Total

7.506.950.000.000,-

1749,-/kWh

 

Auxiliary Power Ratio (%)

 

 

8,4 %

Biaya Pokok Pembangkitan Listrik

 

Rp. 1909,-/kWh

 

Tabel Kriteria Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)


Tabel Kriteria Pemilihan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

Kadek Fendy Sutrisna

21 Juni 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Menerima jasa Konsultasi Studi Kelayakan (Feasibility Study, FS) untuk proyek Pembangkit Listrik, konsultansi meliputi pemilihan lokasi pembangunan pembangkit listrik, studi perhitungan daya dan energi listrik, studi sistem kelistrikan, membuat estimasi biaya pembangunan pembangkit listrik mencakup analisis harga satuan pekerjaan sipil, peralatan elektrikal-mekanik, peralatan jaringan transmisi-distribusi-instalasi rumah, pajak serta biaya pengembangan; memperkirakan komponen biaya operasional (fixed & variable O&M Cost); menghitung harga tarif yang tepat, analisa finansial, dan mematangkan segala langkah pembangunan dan operasional proyek pembangunan pembangkit listrik.
WA/Line : 0813378-01378,
Email : ir.fendysutrisna@gmail.com

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) Batubara


PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) Batubara

Kadek Fendy Sutrisna

27 April 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Secara kebetulan saya menemukan 2 artikel tentang PLTU berbahan bakar batubara yang katanya dikarang oleh saya sendiri. Sebagai referensi saya mohon ijin untuk publis juga di blog ini. Semoga dapat menambah wawasan rekan-rekan tentang PLTU Batubara. Selamat menikmati!

 
PEMBANGKIT
 Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara adalah sebuah instalasi pembangkit tenaga listrik menggunakan mesin turbin yang diputar oleh uap yang dihasilkan melalui pembakaran batubara. PLTU batubara adalah sumber utama dari listrik dunia saat ini. Sekitar 60% listrik dunia bergantung pada batubara karena biaya PLTU batubara.

Cara kerja PLTU batubara, mula-mula batubara dari luar dialirkan ke penampung batubara dengan conveyor,kemudian dihancurkan menggunakan pulverized fuel coal . Tepung batubara halus kemudian dicampur dengan udara panas oleh forced draught .Dengan tekanan yang tinggi, campuran tersebut disemprotkan ke dalam boiler sehingga akan terbakar dengan cepat seperti semburan api. Kemudian air dialirkan ke atas melalui pipa yang ada di dinding boiler. Air dimasak menjadi uap kemudian uap dialirkan ke tabung boiler untuk memisahkan uap dari air yang terbawa. Selanjutnya uap dialirkan ke superheater untuk melipatgandakan suhu dan tekanan uap hingga mencapai suhu 570° C dan tekanan sekitar 200 bar yang meyebabkan pipa akan ikut berpijar menjadi merah. Continue reading

Energi Untuk Indonesia Yang Lebih Baik


Energi Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Oleh: Widjajono Partowidagdo

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Terdapat beberapa anggapan yang keliru mengenai energi di Indonesia diantaranya: 1. Indonesia adalah Negara yang kaya minyak, padahal tidak. Kita lebih banyak memiliki energi lain seperti batubara, gas, CBM (Coal Bed Methane), panas bumi, air, BBN (Bahan Bakar Nabati) dan sebagainya, 2. harga BBM (Bahan Bakar Minyak) harus murah sekali tanpa berpikir bahwa hal ini menyebabkan terkurasnya dana Pemerintah untuk subsidi harga BBM, ketergantungan kita kepada BBM yang berkelanjutan serta kepada impor minyak dan BBM yang makin lama makin besar serta makin sulitnya energi lain berkembang, 3. investor akan datang dengan sendirinya tanpa perlu kita bersikap bersahabat dan memberikan iklim investasi yang baik,  4. peningkatan kemampuan Nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa keberpihakan Pemerintah. Continue reading

Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia


Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia

Kadek Fendy Sutrisna dan Ardha Pradikta Rahardjo

18 Februari 2009

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

  1. Pendahuluan

Setelah pulih dari krisis moneter pada tahun 1998, Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi energi. Dari tahun 2000 hingga tahun 2004 konsumsi energi primer Indonesia meningkat sebesar 5.2 % per tahunnya. Peningkatan ini cukup signifikan apabila dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan energi pada tahun 1995 hingga tahun 2000, yakni sebesar 2.9 % pertahun. Dengan keadaan yang seperti ini, diperkirakan kebutuhan listrik indonesia akan terus bertambah sebesar 4.6 % setiap tahunnya, hingga diperkirakan mencapai tiga kali lipat pada tahun 2030. Seperti terlihat pada Gambar 1. [ER Indonesia] Continue reading

Ayo Membangun Pembangkit Listrik Di Indonesia


Ayo Membangun Pembangkit Listrik Di Indonesia

Ardha Pradikta Rahardjo dan Kadek Fendy Sutrisna

16 April 2011

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

“Berdasarkan laporan investigasi yang dirilis oleh Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2010, kelistrikan di Indonesia digambarkan sebagai salah satu infrastruktur yang kondisinya sangat mengkhawatirkan dan perlu segera mendapatkan perhatian serius[1]

Mari kita coba bersama-sama untuk merenungkan pernyataan yang dirilis oleh ADB di atas!

Bayangkan saja, apabila kapasitas listrik maksimum Indonesia saat ini sebesar 18.000 MW, dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 300 juta jiwa, maka setiap orang di Indonesia hanya bisa menikmati listrik sebesar 60 Watt saja, atau setara dengan 1 buah lampu pijar. Memprihatinkan bukan?

Berdasarkan fakta yang serupa, secara gamblang dinyatakan juga bahwa karakteristik kelistrikan di Indonesia ditandai oleh rasio elektrifikasi yang rendah dengan tingkat konsumsi dan effisiensi terendah di ASEAN setelah Kamboja dan Laos.

Dan apabila rata-rata pertumbuhan konsumsi listrik Indonesia bertahan pada angka 2,3-2,5% seperti pada saat ini, maka pada tahun 2030 nanti diperkirakan kebutuhan konsumsi listrik di Indonesia akan mencapai angka 16.000 TWh. [2] Continue reading