Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Kadek Fendy Sutrisna

19 Februari 2011

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir atau yang lebih dikenal dengan singkatan PLTN, sudah digunakan teknologinya lebih dari 50 tahun yang lalu. Keunggulan PLTN adalah tidak menghasilkan emisi gas CO2 sama sekali. Selain itu PLTN juga mampu menghasilkan daya stabil yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya. Perlu diketahui juga bahwa bahan bakar uranium yang sudah habis dipakai dapat didaur ulang kembali menghasilkan bahan bakar baru untuk teknologi di masa depan.

Indonesia sebenarnya sangat cocok mengembangkan pembangkit listrik ini, sebagai upaya diversifikasi penggunaan pembangkit listrik primer berbahan bakar fosil, seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam. Dengan penanggulangan radiasi yang cermat dan berlapis, PLTN dapat menjadi solusi kebutuhan energi listrik yang besar di Indonesia.

Continue reading

Selayang Pandang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir


Selayang Pandang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

– Seri PLTN 1 –

Kadek Fendy Sutrisna

19 September 2011

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Dunia, termasuk Indonesia di dalamnya, saat ini sedang berada dipersimpangan jalan dalam menentukan kebijakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir, PLTN. Seperti yang ditunjukan oleh gambar 1 dibawah ini, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga nuklir secara komersil dimulai sejak tahun 1954. PLTN yang pertama dibangun terdapat di Rusia, kemudian pada tahun 1956 dilanjutkan di Inggris dengan membangun PLTN tipe reaktor pendingin gas (GCR) yang berdaya 100 MWe.

(Persebaran PLTN di Dunia saat ini  dibahas secara detail pada tulisan sebelumnya : PLTN di dunia)

Continue reading

Sekilas Mengenai Bahaya Radiasi Nuklir dari PLTN


Sekilas Mengenai Bahaya Radiasi Nuklir dari PLTN

Kadek Fendy Sutrisna

7 September 2011 

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Pasca terjadi kecelakaan pembangkit nuklir di Fukushima Jepang, orang-orang mulai meragukan akan masa depan dari energi nuklir. Dunia mulai dihinggapi dengan kecemasan akan bahaya radiasi nuklir pada kehidupan di masa depan. Sesaat setelah terjadi bencana di Fukushima, Jepang Amerika Serikat, India, dan Korea Selatan langsung melakukan review standar keamanan seluruh reaktor nuklir mereka. Beberapa negara seperti China, Italia, Jerman melakukan penilaian kembali perlunya penggunaan reaktor nuklir di negara mereka masing-masing. Rencana pembangunan nuklir di beberapa negara Asia Tenggara pun diberhentikan untuk sementara . Hanya Indonesia dan Vietnam yang mengindikasikan masih terus ingin memiliki reaktor nuklir.

Pada artikel ini, penulis mencoba untuk mereview kembali pengalamannya selama berada di Jepang yeng berhubungan dengan bahaya radiasi nuklir dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading

PLTN di Dunia


PLTN di Dunia 

Kadek Fendy Sutrisna

14 Februari 2010

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Seiring dengan meningkatnya kemampuan produksi negara2 Asia, kebutuhan akan energi listrik pun meningkat dengan pesat. China, India, Pakistan, Malaysia dan Vietnam merupakan contoh negara-negara yang siap bersaing dengan Jepang untuk menjadi `pemimpin pasar’ di Asia dengan rencana persiapan pembangkit listrik skala besar-mereka. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ada dalam rencana  penyediaan sumber energi listrik skala besar negara-negara tersebut.  Sampai saat ini, 15 % dari total pembangkit listrik yang beroperasi di dunia adalah PLTN. Sebagaian besar jenis pembangkit ini terdapat di Benua Amerika, Eropa dan beberapa di negara2 Asia seperti Jepang, Korea, dan China. Continue reading

Pengayaan Uranium


Pengayaan Uranium 

Kadek Fendy Sutrisna

12 Januari 2010

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Pertama-tama perlu diketahui bahwa di dalam Uranium alam hasil penambangan terkandung 3 jenis isotop, yaitu U-238 dengan kadar 99,285 % dan U-235 dengan kadar 0,715 % (isotop U-234 dengan kadar yang sangat kecil).  Dalam reaktor nuklir, seperti yang ditunjukan pada Gambar 1, U-235  berperan penting dalam proses reaksi fisi sehingga dapat menghasilkan energi panas yang sangat besar yang berguna untuk  memanaskan air di reaktor sehingga menghasilkan uap  air yang mampu menggerakan generator dan menghasilkan listrik (proses pembangkitan listrik pada PLTN). Sedangkan sebagian kecil U-238 yang mampu menyerap neutron akan bereaksi menjadi Plutonium (18 kg U-238 akan berubah menjadi plutonium, dan 8kg Plutonium akan bereaksi fisi dan menghasilkan energi yang energi hasil reaksinya setara dengan energi hasil reaksi fisi U-235) atau bereaksi fisi namun menghasilkan energi yang tidak terlalu besar, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2. (dalam 1 ton bahan bakar PLTN hanya 20 kg U-238 yang mampu menyerap neutron,  dan hanya 2 kg yang menghasilkan energi dari reaksi fisi) Continue reading

PLTN Jenis Reaktor Air Ringan (Light Water Reactor, LWR)


PLTN Jenis Reaktor Air Ringan (Light Water Reactor, LWR)

Kadek Fendy Sutrisna

17 Januari 2o1o

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Diantara PLTN yang masih beroperasi di dunia, 80 % adalah PLTN tipe Reaktor Air Ringan (LWR) yang pertama kali digunakan oleh Amerika. Saat ini, PLTN tipe reaktor air ringan secara garis besar dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Reaktor Air Didih (Boiling Water Reactor ; BWR) dan Reaktor Air Tekan (Pressurized Water Reactor ; PWR). Selain itu, juga terdapat tipe reaktor PWR yang dikembangkan oleh Rusia (disebut VVER; di dunia hanya terdapat 30 unit PLTN tipe ini). Perbedaan konstruksi terdapat pada bentuk penampang perangkat bahan bakar VVER (berbentuk segi enam) dan letak pembangkit uap VVER (horisontal). Air ringan digunakan sebagai bahan pendingin dan moderator dan  Uranium dengan pengayaan rendah sekitar 2 – 4 % digunakan sebagai bahan bakar (bukan uranium alam). Continue reading

PLTN Jenis Reaktor Air Berat (Heavy Water Reactor, HWR)


PLTN Jenis Reaktor Air Berat (Heavy Water Reactor, HWR)

Kadek Fendy Sutrisna

20 Januari 2010

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Dalam hal kemampuan memoderasi neutron, air berat berada pada urutan berikutnya setelah air ringan, tetapi air berat hampir tidak menyerap neutron. Oleh karena itu jika air berat dipakai sebagai moderator, maka dengan hanya menggunakan uranium alam (tanpa pengayaan) reaktor dapat beroperasi dengan baik. Bejana reaktor (disebut kalandria) merupakan tangki besar yang berisi air berat, di dalamnya terdapat pipa kalandria yang berisi perangkat bahan bakar. Tekanan air berat biasanya berkisar pada tekanan satu atmosferdan temperaturnya dijaga agar tetap di bawah 100C. Akan tetapi pendingin dalam pipa kalandriamempunyai tekanan dan temperatur yang tinggi, sehingga konstruksi pipa kalandriaberwujud pipa tekan yang tahan terhadap tekanan dan temperatur yang tinggi. Continue reading