Sekilas Tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) di Bali


Sekilas Tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (Geothermal) di Bali

Kadek Fendy Sutrisna

29 Agustus 2011

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada tahun 1993 hingga 1998, Ida Bagus Sudjana (almarhum) mungkin tidak pernah menyangka bahwa proyek Geothermal yang digagasnya pada tahun 1994 bakal menimbulkan polemik dan menimbulkan penolakan besar dari masyarakat Bali, tanah kelahirannya.

Pembangkit listrik Geothermal ini didesain dengan kapasitas daya keluaran sebesar 175 Mwatt di sekitar kawasan pegunungan Bedugul. Pembangkit listrik ramah lingkungan dengan daya seperti ini dirancang cukup untuk mengatasi permasalahan Bali dari ketergantungan pasokan energi listrik dari jaringan koneksi kabel bawah laut dari Pulau Jawa. Continue reading

Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia


Pembangkit Listrik Masa Depan Indonesia

Kadek Fendy Sutrisna dan Ardha Pradikta Rahardjo

18 Februari 2009

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

  1. Pendahuluan

Setelah pulih dari krisis moneter pada tahun 1998, Indonesia mengalami lonjakan hebat dalam konsumsi energi. Dari tahun 2000 hingga tahun 2004 konsumsi energi primer Indonesia meningkat sebesar 5.2 % per tahunnya. Peningkatan ini cukup signifikan apabila dibandingkan dengan peningkatan kebutuhan energi pada tahun 1995 hingga tahun 2000, yakni sebesar 2.9 % pertahun. Dengan keadaan yang seperti ini, diperkirakan kebutuhan listrik indonesia akan terus bertambah sebesar 4.6 % setiap tahunnya, hingga diperkirakan mencapai tiga kali lipat pada tahun 2030. Seperti terlihat pada Gambar 1. [ER Indonesia] Continue reading

Ayo Membangun Pembangkit Listrik Di Indonesia


Ayo Membangun Pembangkit Listrik Di Indonesia

Ardha Pradikta Rahardjo dan Kadek Fendy Sutrisna

16 April 2011

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

“Berdasarkan laporan investigasi yang dirilis oleh Asian Development Bank (ADB) pada tahun 2010, kelistrikan di Indonesia digambarkan sebagai salah satu infrastruktur yang kondisinya sangat mengkhawatirkan dan perlu segera mendapatkan perhatian serius[1]

Mari kita coba bersama-sama untuk merenungkan pernyataan yang dirilis oleh ADB di atas!

Bayangkan saja, apabila kapasitas listrik maksimum Indonesia saat ini sebesar 18.000 MW, dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 300 juta jiwa, maka setiap orang di Indonesia hanya bisa menikmati listrik sebesar 60 Watt saja, atau setara dengan 1 buah lampu pijar. Memprihatinkan bukan?

Berdasarkan fakta yang serupa, secara gamblang dinyatakan juga bahwa karakteristik kelistrikan di Indonesia ditandai oleh rasio elektrifikasi yang rendah dengan tingkat konsumsi dan effisiensi terendah di ASEAN setelah Kamboja dan Laos.

Dan apabila rata-rata pertumbuhan konsumsi listrik Indonesia bertahan pada angka 2,3-2,5% seperti pada saat ini, maka pada tahun 2030 nanti diperkirakan kebutuhan konsumsi listrik di Indonesia akan mencapai angka 16.000 TWh. [2] Continue reading