5 Saran Untuk Pembangunan Industri Pariwisata di Bali


5 Saran Untuk Pembangunan Industri Pariwisata di Bali

6 Februari 2013

Kadek Fendy Sutrisna

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

Ada beberapa tempat industri pariwisata di dunia dan di Indonesia yang pernah saya kunjungi hingga saat ini, antara lain Bremen, Munchen, Gottingen, Frankfurt, dll di Jerman; Lyon, Paris, Toulouse di Perancis; beberapa tempat di Belgia, Belanda, Taiwan, dan tentu saja Jepang negara tempat saya bekerja saat ini dan Indonesia tanah kelahiran saya.

Sebelum memulai artikel ini, ijinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu, saya adalah putra asli Bali yang menyempatkan diri pulang kembali ke Bali setiap tahunnya untuk sekedar melihat perkembangan pariwisata, berkumpul dengan keluarga, ataupun berkunjung ke pura-pura, tempat wisata yang baru, yang menjadi buah bibir saat itu.

Sejak lulus SMU dan mulai merantau, saya rasakan pembangunan infrakstruktur di Bali memang sangatlah cepat jika dibandingkan dengan daerah lainnya dan berkali-kali saya dibuat kagum, bingung, oleh perubahan itu. Tidak terkecuali liburan awal tahun 2013 ini juga, ada banyak sekali perubahan pembangunan yang terjadi di Bali. Dan pada artikel ini saya coba uraikan disini dengan tujuan memberikan gambaran buat teman-teman lainnya yang ingin mengetahui perkembangan Bali terkini dari sudut pandangan mata dan pengalaman saya sendiri.

Oiya pada artikel ini saya coba juga untuk memberikan pesan-pesan, yang siapa tau bisa disampaikan sekalian ke pihak-pihak yang sedang meperjuangkan untuk kebaikan pembangunan Bali di masa depan.  Continue reading

Advertisements

Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Mei 2012


Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Mei 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

1. Indonesia terkenal sebagai negara pengekspor batubara terbesar kedua di dunia (24,3%) setelah Australia (27,7%) diikuti dengan Rusia (12,3%), Kolumbia (7,4%), dan Afrika Selatan ( 7,1%) dengan total jumlah batubara yg di ekspor adalah sebesar 943,6 Juta Ton (10^6 ton)

Sedangkan negara pengimpor batubara terbesar adalah Jepang (20,1), Korsel (10,8%), Taiwan (7,2%), India (6,5%) (12 Mei 2012)

Continue reading

Arsip Catatan Fendy Sutrisna per April 2012


Arsip Catatan Fendy Sutrisna per April 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

1. Denger-denger dari pihak Toshiba, di Semarang akan dibangun PLTU Batubara kapasitas besar 1000 MW. Woow… Bener apa gk yaa? Berarti Indonesia bakal masuk dalam sejarah punya pembangkit listrik Ultra Super Critical Thermal Power Plant.. Tapi kenapa kok bisa di Semarang yaa? Ada yang tau alasannya?

Selain Indonesia, India juga memiliki rencana yang sama dan pembangkit listrik disana akan beroperasi di akhir tahun 2012 ini.

2. Denger2 Polandia berencana membangun PLTN di dekat perbatasannya dengan Jerman.. Polemiknya sebagian besar masyarakat Jerman yang malah protes sedangkan masyarakat Polandia satu suara mendukung rencana pemerintahnya karena kebutuhan energi listrik yang terus meningkat. Kira2 kalo gini, gmana hukumnya yaa?

Btw kalo suatu hari Malaysia atau negara tetangga Indonesia lainnya membangun nuklir gmana tuh? Continue reading

Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Maret 2012


Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Maret 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

1. Berikut ini adalah ilustrasi hitungan BPP listrik yg dilakukan oleh Direktorat Jenderal LPE ESDM tahun 2010 (sudah diaudit oleh BPK) sbb :

Jenis Pembangkitan :
a. IPP Rp. 580,83 /kWh
b. PLTAir Rp. 149,21 /kWh
c. PLTUap Rp. 622,91 /kWh
d. PLTDiesel Rp. 4.796,11 /kWh ß
e. PLTGas Rp. 1.642,06 /kWh ß
f. PLTPanasbumi Rp. 776,09 /kWh
g. PLTGU Rp. 813,27 /kWh

Biaya rata-rata Rp. 817,69 /kWh

i. pd Transmisi HV Rp. 874,61 /kWh
j. pd Jaringan TM Rp. 928,95 /kWh
k. pd Jaringan TR Rp. 1.074,48 /kWh

BPP rata-rata Rp. 1.008,29 /kWh ( th.2010 )

Disadur dari Majalah Oil Gas Energi edisi November 2011

2. Konsumsi BBM untuk pembangkit listrik milik PLN adalah sekitar 10,7 juta kLiter pada tahun 2011, dengan perkiraan biaya total BBM sekitar Rp. 80 triliun, atau mencapai 60% dari total biaya bahan bakar seluruh pembangkitan listrik.

Dalam bauran energi, porsi produksi listrik (kWh) berbasis BBM sekitar 23%. Continue reading

Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Februari 2012


Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Februari 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

1. Ini dia potret/kondisi ekonomi daerah dan ketenagalistrikan Indonesia per Provinsi 2009/2010

Disini terlihat bahwa ada provinsi dengan kondisi ekonomi kaya tetapi masih kekurangan listrik, dan ada pula propinsi yang tidak terlalu kaya tetapi listriknya melebihi rata-rata Indonesia. Bagaimana menurut pendapat rekan-rekan?

Image

2. Ini adalah kondisi kelistrikan dan GDP per kapita negara-negara Asia Tenggara. Semoga bisa menjadi referensi Continue reading

Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Januari 2012


Arsip Catatan Fendy Sutrisna per Januari 2012

Dukung Fendy Sutrisna untuk tetap berbagi dalam artikel ketenagalistrikan Indonesia dengan klik link LIKE, COMMENT & SHARE di halaman facebook ini -> Catatan Fendy Sutrisna

1. Ini adalah perbandingan Tarif Dasar Listrik (TDL) di negara-negara ASEAN, barangkali bisa berguna sebagai pertimbangan -> Fig. Asean Electricity Tariff (USD/MWh)

2.Ini adalah perbandingan Tarif Dasar Listrik (TDL) di beberapa negara Asia Tenggara, sebagai berikut:

1. Singapura : Rp 1.453/Kwh
2. Filipina : Rp 1.149/Kwh
3. Vietnam : Rp 848/Kwh
4. Malaysia : Rp 829/Kwh
5. Thailand : Rp 782/Kwh
6. Indonesia : Rp 656/Kwh Continue reading