Permasalahan Yang Perlu Menjadi Perhatian Publik Bali


Permasalahan Yang Perlu Menjadi Perhatian Publik Bali

Kadek Fendy Sutrisna

17 Juli 2011

Sudah 2 tahun lebih saya sebagai putra asli Bali belajar di Jepang, dan melakukan beberapa perjalanan wisata keliling Jerman-Belgia-Perancis-Taiwan. Hal ini benar-benar-benar mimpi yang menjadi kenyataan yang patut disyukuri yang bisa saya lakukan disaat umur saya  masih muda, 25 tahun.

Setelah sekian lama tidak pulang ke Bali, dari tanggal 29 Juni – 16 Juli 2011 kemaren akhirnya saya bisa balik lagi ke Bali, mengambil libur ditengah-tengah sibuknya perkuliahan dengan tujuan untuk mengikuti seminar Quality in Research di Sanur Plaza Hotel, sekaligus melakukan upacara potong gigi, menghadiri dan turut membantu pernikahan kakak, berdiskusi dengan beberapa teman tentang permasalahan di Bali, sembahyang berkeliling pura-pura di Bali, dan menemani teman saya yang dari Jepang untuk menikmati tempat-tempat pariwisata yang terkenal di Bali.

Pulang kampung kali ini adalah salah satu pengalaman yang paling berharga dan yang paling tak terlupakan menurut saya, karena dari perjalanan ini saya dapat mempelajari berbagai hal yang tidak bisa kita pelajari diberbagai kegiatan dan sistem pengajaran di kampus manapun.

Melihat tempat kelahiran dari sudut pandang berbeda, setelah merasakan sendiri rasanya berpariwisata ke kota-kota di Eropa, Jepang, dan China membuat jiwa saya tertarik untuk lebih meningkatkan pelayanan kepariwisataan di Bali agar menjadi daerah tujuan wisata terbaik dan menjadi lebih sesuai dengan yang diinginkan para wisatawan yang datang ke Bali, baik asing maupun domestik.

Continue reading

Sistem Subak Sebagai Sistem Irigasi Masa Depan


Sistem Subak Sebagai Sistem Irigasi Masa Depan

Kadek Fendy Sutrisna

17 Juli 2011

“Museum Subak Mandala Mathika terdapat di desa Sungulan Tabanan”

SISTEM subak merupakan suatu warisan budaya Bali yang berupa suatu sistem irigasi yang mengatur pembagian pengelolaan airnya yang berdasarkan pada pola-pikir harmoni dan kebersamaan yang berlandaskan pada aturan-aturan formal dan nilai-nilai agama.

Pengelolaan sistem irigasi konvensional cenderung hanya berdasarkan pada konsep-konsep efisiensi berdasarkan aturan-aturan formal, dengan pola pikir ekonomik.

Sementara itu, konsep-konsep efektivitas, nilai-nilai religi, dan pengelolaan sistem irigasi yang berlandaskan harmoni dan kebersamaan, ditata secara baik dan fleksibel pada sistem subak di Bali ini. [1] Continue reading